Kewarganegaraan Jadi Kendala Pengusutan Kartel Peti Kemas

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 25 May 2018 13:05 WIB
kartel
Kewarganegaraan Jadi Kendala Pengusutan Kartel Peti Kemas
Pengendara motor melintasi sejumlah alat berat sedang beristirahat di Pelabuhan Ekspor Impor Batuampar, Batam. Antara/Joko Sulistyo

Batam: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Batam mengalami kendala mengusut dugaan kartel peti kemas Batam-Singapura, di Pelabuhan Internasional Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).  

Kepala KPPU Batam Akhmad Muhari mengatakan, KPPU Batam telah melakukan penyelidikan yang cukup lama untuk mengusut kasus dugaan kartel peti kemas tersebut. KPPU juga telah melakukan analisa hukum dan ekonomi terkait tarif peti kemas dari Batam-Singapura.

"Kami sudah melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan beberapa saksi. Kendalanya, pelaku usaha dalam jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura, begitupun sebaliknya, adalah warga negara Singapura," ujar Akhmad dalam Forum Jurnalis dan Buka Puasa Bersama yang diadakan KPPU Batam di Hotel Radisson and Convention Center, Batam, Kamis, 24 Mei 2018.

KPPU masih berupaya mengusut dugaan kartel peti kemas itu. Pihaknya akan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan Singapura agar pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus tersebut bisa diperiksa.

"Perlu ada kerja sama yang intensif antara negara kita dengan Singapura. Kami juga sudah menempuh beberapa alternatif agar bisa menyelidiki lebih dalam dugaan kartel peti kemas ini. Penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.

Sebelumnya, delapan perusahaan jasa pengangkutan peti kemas masuk dalam radar KPPU Batam. Kedelapan perusahaan asing itu diduga bersepakat menetapkan harga jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura-Batam untuk ukuran 20 feet dan 40 feet.

Delapan perusahaan forwarding tersebut adalah perusahaan Singapura. Dalam penyelidikan awal, kedelapan perusahaan menetapkan harga yang sama untuk jasa pengangkutan peti kemas Batam-Singapura yang hanya berjarak sekitar 30 km. Ukuran 20 feet misalnya, ditetapkan seharga US$550 ribu dan ukuran 40 feet seharga US$750 ribu.

Harga yang dipatok tersebut terlalu tinggi bila dibandingkan harga pengangkutan peti kemas rute Jakarta-Singapura yang berjarak sekitar 1.000 km. Untuk ukuran 20 feet rute Jakarta-Singapura misalnya, hanya sekira US$250 Ribu.

"Kalau kami lihat, ada selisih hingga 50 persen antara Batam-Singapura dan Jakarta-Singapura,” ungkap Lukman Sungkar yang sebelumnya menjabat Kepala KPPU Batam kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.


(SUR)