Produksi Ikan Asin Turun Kurang Lebih 85 Persen

Alwi Alim    •    Jumat, 28 Jul 2017 19:34 WIB
harga garam
Produksi Ikan Asin Turun Kurang Lebih 85 Persen
Gudang tempat distributor menyimpan garam di Palembang, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Harga garam di Palembang, Sumatera Selatan, naik. Akibatnya,  produksi ikan asin dan udang kering pun turun,

Marini, 42, pembuat ikan asin dan udang kering, mengaku harga garam yaitu Rp230 ribu untuk sekarung berukuran 50 Kg. Sebelumnya, harga sekarung garam berukuran 50 Kg hanya Rp70 ribu.

Agar tak merugi, Marini pun mengurangi produksinya. Sebab, garam merupakan bahan utama untuk memproduksi ikan asin dan udang kering.

Pada 2016, ia memproduksi 40 kg udang kering dan ikan asin setiap hari. Tapi pada pertengahan 2017, ia hanya mampu memproduksi 5 kg udang kering dan ikan asin atau turun kurang lebih 85 persen dibanding tahun lalu.

"Kalau komposisi garamnya dikurangi maka tidak akan asin bahan makanan ini," kata Marini ditemui saat membeli garam di sebuah gudang di Palembang, Jumat 28 Juli 2017.

Akang, distribusi garam di Sumsel, mengaku kenaikan haram garam sejak Oktober 2016. Kenaikan harga mencapai 300 persen.

Sejak menjadi distributor garam, Akang mengaku baru kali ini harga begitu tinggi. Akibatnya, konsumen mengurangi pembelian hingga 50 persen.

"Kami biasanya memasok garam ini dari Jawa, Madura dan juga Surabaya," terangnya.

Irjen Seyto Wasisto, Kadiv Humas Mabes Polri sekaligus Kepala Satuan Petugas (Satgas) Pangan Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengaku produksi garam menurun. Petani mengalami gagal panen akibat cuaca yang tak menentu.

"Karena itu saat ini kondisi garam di lasar meningkat hingga 100 persen sampai 300 persen," pungkasnya. 



(RRN)