Ribuan Ruko di Batam Disulap Jadi Hotel

Hendri Kremer    •    Kamis, 22 Jun 2017 20:06 WIB
Ribuan Ruko di Batam Disulap Jadi Hotel
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Batam: Sekitar 1.000 rumah toko (ruko) di Batam disulap menjadi hotel tanpa mempertimbangkan keberadaannya di daerah perumahan penduduk. Akibatnya, banyak hotel dimanfaatkan untuk aksi kriminal.

Komunitas yang tergabung dalam Asosiasi Pencinta Lingkungan (Apel) Kepri menilai, eforia mendirikan hotel di Batam disebabkan maraknya perjudian dan peredaran narkoba. "Ini akan menjadikan Batam layaknya daerah Las Vegas. Hanya saja, di sana lebih teratur dan sopan. Di Batam itu tidak terjadi. Apalagi PHK masal menjadi pemicu orang untuk bekerja apa saja," kata Yanuardi, pengurus Apel Kepri di Batam, Kamis 22 Juni 2017.

Menurut Yanuardi, perubahan ruko menjadi hotel ditenggarai tidak mengikuti rencana tata ruang Batam. SElain itu, tidak dilengkapi dokumen perizinan yang sah.

Keberadaan hotel ruko tersebut jelas-jelas melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kondisi tersebut membuat Batam makin semberawut dan tak sedap dipandang mata.

"Sesuai dengan keputusan Wali Kota Batam Nomor 9 Tahun 2002 tentang Tata Cara Memperoleh IMB Kota Batam. Pasal I, untuk mendirikan bangunan, merubah, menambah, mengurangi, merobohkan bangunan dan pagar di Kota Batam diharuskan memiliki IMB yang dikeluarkan oleh Wali Kota Batam atau pejabat yang ditunjuk," jelas Yanuardi.

Yanuardi mengatakan, masyarakat asli Batam mengakui jika banyak hotel yang dibangun di daerah mereka tidak memberikan kontribusi besar kepada perkembangan perekonomian. Hotel-hotel itu justru dijadikan sarang aksi kriminal, tempat perjudian, dan prostitusi.

"Harusnya ekonomi Batam membaik dengan keberadaan hotel-hotel baru. Ini tidak, malahan pengangguran yang ada tidak diberdayakan," ujar Irawan, seorang tokoh masyarakat Batam.
(NIN)