Bea Cukai Kepri Kumpulkan Rp210,3 M untuk Penerimaan Negara

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 13 Jan 2017 17:06 WIB
bea cukai
Bea Cukai Kepri Kumpulkan Rp210,3 M untuk Penerimaan Negara
Ilustrasi pajak, Ant

Metrotvnews.com, Karimun: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) menghimpun penerimaan bagi negara sebesar Rp210,3 miliar selama tahun 2016. 

Penerimaan tersebut didapatkan DJBC Khusus Kepri dari jenis penerimaan; Bea Masuk sebesar Rp209,9 miliar dan Cukai sebesar Rp410,4 miliar. Persentase capaian penerimaan Bea Masuk sebesar 91,8 persen dari Rp229,9 miliar yang ditargetkan Kementerian Keuangan. Sedangkan target pencapaian penerimaan cukai yakni 71,3 persen dari Rp575 miliar yang ditargetkan pemerintah. 

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya mengatakan, selain jenis penerimaan tersebut, DJBC Khusus Kepri juga berhasil menghimpun penerimaan bagi negara dari beberapa jenis pajak selama tahun 2016. 

Pajak itu di antaranya, PPN Impor sebesar Rp979,5 miliar, PPn BM impor senilai Rp10,04 juta, PPN dalam negeri Rp251,3 juta, dan PPh 22 Impor sebesar Rp244,9 miliar.

"Total pajak dalam rangka impor yang berhasil dihimpun DJBC tahun 2016 mencapai Rp1,2 triliun. Jika ditotalkan dengan penerimaan dari bea masuk dan cukai sekira Rp1,5 triliun," kata Parjiya kepada wartawan di Kantor Kanwil DJBC Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun, Kamis (12/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Parjiya juga membeberkan sejumlah penindakan penyelundupan baik impor dan ekspor sepanjang tahun 2016. Selama 2016, kata Parjiya, patroli laut Bea Cukai Kanwil Kepri memeriksa 821 kapal, menyegel 65 kapal, dan menegah (mencegah) 119 kapal.

Penindakan menonjol di bidang impor, kata dia, di antaranya 15 kali penindakan terhadap penyelundupan narkoba dengan harga pasar Rp4 miliar, penindakan komiditi ballpres senilai Rp10 miliar, bawang merah senilai Rp23,5 miliar, dan ammonium nitrate dengan total 165 ton senilai Rp21,5 miliar.

"Total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp20,6 miliar," ujarnya. Adapun penindakan di bidang ekspor, yakni empat kali penindakan komoditi kayu senilai Rp1 miliar dan dua kali penindakan terhadap pasir timah 28 ton senilai Rp4 miliar. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp4 miliar.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri, R Evy menambahkan, dari 51 kasus penyidikan yang dilakukan selama 2016, 40 berkas perkara dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, 1 kasus dalam tahap SP3, dan 10 kasus masih dalam proses penanganan.

"Adapun nilai barang secara keseluruhan atas penindakan yang dilakukan pada periode 2016 sebesar Rp100 miliar dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp40 miliar," kata Evy.


(RRN)