Pasokan PLTA Wampu Kurangi Defisit Listrik di Sumut

Budi Warsito    •    Jumat, 04 Nov 2016 14:21 WIB
pembangkit listrik
Pasokan PLTA Wampu Kurangi Defisit Listrik di Sumut
Presiden Direktur Wampu Electric Power (WEP) Young Kyu Park saat meresmikan PLTA Wampu, Kamis (3/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Budi

Metrotvnews.com, Karo: Hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wampu yang menghasilkan daya listrik 3x15 MW per hari, diyakini dapat memberikan tambahan pasokan listrik untuk wilayah Sumatera Utara. 

Hal tersebut diutarakan Operational Manager PLN Sumut Sukahar. Ia mengatakan saat ini beban puncak listrik di Sumut sekitar 2.000 MW dan mampu meningkat hingga 2.600 MW. 

"Apabila ada pembangkit yang rusak, down, atau pemeliharan, menurutnya Sumut akan mengalami defisit. Saat ini defisit bisa mencapai 100 hingga 200 MW,” kata dia, Jumat (4/11/2016). 

Keberadaan PLTA Wampu, kata dia, dapat mengurangi defisit. "Walaupun belum bisa menutup semua defisit," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah menunggu lima tahun, PLTA Wampu yang berada di Desa Rih Tengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, resmi beroperasi Kamis 3 November 2016.

Proyek ini merupakan kerja sama PLN dengan Korea Midland Power Co., LTD (Komipo), yang merupakan BUMN Korea di bidang energi, bersama anggota konsorsium lain yang membentuk PT Wampu Electric Power (WEP) di Indonesia pada 2009.

Pembangkit listrik yang dibangun oleh PT WEP ini memanfaatkan aliran Sungai Mbelin dan Sungai Biang. PLTA ini merupakan salah satu program percepatan 10.000 megawatt tahap kedua. Proyek ini juga merupakan salah satu program Pemerintah Indonesia untuk menyediakan pasokan listrik 35.000 megawatt (MW).

Presiden Direktur Wampu Electric Power (WEP) Young Kyu Park mengatakan PLTA Wampu memiliki tiga turbin dan mampu menghasilkan pasokan listrik 3 x 15 MW atau 45 MW. Pembangkit listrik ini diproyeksikan dapat memasok listrik wilayah Sumut.

"Kami berkontribusi ke PLN dengan menyuplai daya listrik yang stabil sekitar 500 ribu rumah di Sumut," jelas Young saat meresmikan PLTA Wampu.

Proyek ini menghabiskan dana USD174 juta. Meski butuh dana besar, Young mengaku senang bisa berinvestasi dan menjalin kerja sama dengan Indonesia. Apalagi PLTA yang mereka bangun sangat berguna bagi khalayak ramai.

"Saya yakin kita dapat menciptakan energi yang bersih. Di sinilah kita menjadi saksi keajaiban berubahnya air menjadi listrik. Mari bersama-sama bersinergi untuk menghemat biaya listrik dengan air," katanya.

Satya Zulfanitra, perwakilan dari Kementrian ESDM, mengatakan pengoperasikan PLTA ini diharapkan mengurangi defisit listrik di Sumut. 

"Kita juga berharap ekonomi lokal menjadi kuat dan berefek positif bagi masyarakat Karo. Semoga PLTA ini juga dapat mempercepat program 10.000 MW pemerintah," kata dia.

Saat ini pasokan listrik di Sumut baru bisa memenuhi 80 persen kebutuhan. "Untuk itu pemerintah memerintahkan PLN mengerjakan proyek 35.000 MW, serta mengembangkan transmisi dan distribusi," kata dia.

Turut hadir dalam peresmian ini, Presiden Direktur dan CEO Komipo Chung Chang Kil, perwakilan dari Posco Eng, perwakilan dari PT Mega Power Mandiri (MPM) Joko Susanto, perwakilan Dutabesar Korea Song Yo Han, dan perwakilan PLN Sumut.


(UWA)