Pasar Induk Jodoh Sepi Ditinggal Pembeli

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 22 Jan 2017 10:34 WIB
pasar tradisional
Pasar Induk Jodoh Sepi Ditinggal Pembeli
Pasar Induk Jodoh, Kota Batam. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Pasar Induk Jodoh. Ya, itulah nama yang dilekatkan pada pasar tradisional di Kota Batam ini.

Letaknya yang berada di pusat kota, membuat pasar yang dibangun tahun 2000 ini mudah ditemukan. Bangunannya sedikit menjulang ke atas, menghadap ke kawasan Jodoh dan Nagoya sebagai jantung perekonomian Batam.

Namun siapa yang menyangka jika pasar beraksitektur Eropa itu kini terbengkalai. Bangunannya nyaris tak terawat. Selain cat-cat dindingnya banyak terkelupas, tiang-tiang penyangga pun mulai keropos. Tak hanya itu, atap bangunan pun banyak yang rusak. 

Dulunya, pasar ini tampak megah, rapi, dan kebersihannya terjaga. Banyak pedagang yang sempat berjualan di sini. Namun seiring berjalannya waktu, pembeli yang datang tak seramai di pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Tos 3000. 

Pasar Tos 3000, yang juga terletak di kawasan Jodoh, hanya berjarak sekira 100-150 meter dari Pasar Induk Jodoh. Lantaran pembeli yang datang sedikit, satu per satu pedagang di Pasar Induk Jodoh memilih pindah ke Pasar Tos 3000.

"Banyak yang pindah ke Pasar Samarinda (nama lain Pasar Tos 3000), di sana lebih ramai pembeli," kata Yeni, pedagang buah yang berjualan di depan Pasar Induk Jodoh kepada Metrotvnews.com, Sabtu (21/1/2017). 


Kondisi Pasar Induk Jodoh, Batam.

Saat ini, jumlah pedagang yang bertahan bisa dihitung jari. Beberapa di antara mereka bahkan menjadikan kiosnya sebagai gudang untuk menyimpan barang dagangan.

"Banyak kios hanya dijadikan gudang. Pemiliknya memilih berjualan di Pasar Tos 3000," kata Simarmata, salah satu pemilik kios di Pasar Induk Jodoh.   

Lantaran sepi, aset pasar yang tadinya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Batam untuk dikelola, dikembalikan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dulu bernama Otorita Batam (OB). Kini di usia pasar yang memasuki 17 tahun, belum terlihat rencana pemerintah untuk menata kembali pasar tersebut. 

Padahal pada awal pembangunannya tak sedikit anggaran yang digunakan, yakni mencapai Rp90 miliar. Pemkot Batam meminta BP Batam menyerahkan lagi aset tersebut agar dapat dikelola. 

Kabag Humas Pemkot Batam Ardiwinata mengatakan, Wali Kota Batam sudah mengirimkan surat kepada Kepala BP Batam agar menyerahkan pengelolaan Pasar Induk Jodoh. Namun sampai saat ini, kata Ardiwinata, belum ada surat balasan dari BP Batam. 

"Kita sudah berkoordinasi dengan BP Batam terkait pengelolaan pasar tersebut. Karena ini menyangkut aset pemerintah, kemungkinan BP Batam juga menunggu surat dari Kementerian Keuangan terkait kepada siapa nantinya yang berhak mengelola pasar ini, apakah BP Batam atau Pemkot Batam," ujarnya. 

Yang jelas, kata Ardiwinata, Pemkot Batam bersedia mengucurkan anggaran untuk menata dan merenovasi Pasar Induk Jodoh. 

"Pedagang dan UMKM yang saat ini terus bertambah nantinya akan dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh agar tidak menumpuk di satu atau dua tempat, sehingga ada pemerataan," ujarnya.


(SAN)