Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Ditunda karena Pembebasan Lahan

Alex Rajes    •    Minggu, 03 Jun 2018 08:13 WIB
infrastruktur
Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Ditunda karena Pembebasan Lahan
Jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru dihentikan sementara. Medcom.id/Alex Rajes

Padang: Proyek jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru harus terhenti sementara karena tak ada kata kesepakatan antara pemerintah dan pemilik lahan. Proyek berhenti terhitung Jumat, 25 Mei 2018.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menjelaskan, pemilik lahan menginginkan kepastian soal harga. Mereka harus diberikan informasi yang jelas soal harga tertinggi dan terendah sesuai segmen atau blok yang ditentukan oleh tim appraisal.

"Sekarang sedang negosiasi dan beri pemahaman. Sebab, harga ganti rugi itu memang beda-beda sesuai blok atau segmen lahan itu sendiri. Harganya ada yang murah, sedang, dan mahal. Kisarannya Rp32 ribu sampai yang tertinggi Rp286 ribu per meter," kata Nasrul pada Medcom.id di Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu, 2 Juni2018.

Hingga saat ini memang belum ada warga yang menerima pembayaran ganti rugi karena belum ada kata sepakat. Untuk itu pihaknya minta tim appraisal turun kembali ke lapangan bertemu dengan wali nagari dan orang-orang yang dapat dipercaya untuk bisa memberikan informasi perbandingan soal harga.

"Makanya ditunda dulu. BPN akan melihat pembanding juga dengan proyek pembebasan di Cingkareng dulu. Yang jelas, upaya ini kami lalukan dengan pendekatan persuasif," ungkap Nasrul.

Pemerintah berusaha memberi pemahaman pada masyarakat. Nasib tol dan pendekatan harga yang ditempuh palin lambat diputus pekan depan.

"Sekarang masih nego. (Jika) setelah 7 Juni 2018 kalau belum sepakat, ada opsi-opsi lain yang bisa ditempuh. Tapi belum bisa saya sampaikan sekarang," kata dia.


(SUR)