Pemerintah Mulai Transformasi Pulau Batam Jadi KEK

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 14 Apr 2018 12:54 WIB
bp batam
Pemerintah Mulai Transformasi Pulau Batam Jadi KEK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Foto: Antara/Arif Firmansyah

Batam: Pemerintah akan mentransformasi status Pulau Batam dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pemerintah beralasan, Batam memiliki fasilitas lebih baik dibandingkan daerah atau kawasan industri lain di Tanah Air.  

"Dengan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Batam lebih mampu menarik investor di bidang industri yang lebih high technology sehingga bisa bersaing dengan kawasan sejenis di negara lain," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Batam, Jumat, 13 April 2018.

Darmin mengungkapkan, di luar Batam, sudah ada kawasan ekonomi khusus Bintan dan Karimun. Dan rencana pemerintah ke depan, Pulau Rempang dan Galang yang berdekatan langsung dengan Pulau Batam juga diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Dan terakhir, pemerintah mengusulkan dibangun pelabuhan berkapasitas besar di daerah Tanjungsauh untuk mendukung kegiatan industri di Kawasan Ekonomi Khusus Batam dan sekitarnya," ungkap Darmin.

(Baca: Langkah Strategis Percepat Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor)

Seperti apa konsep transformasi status kawasan Pulau Batam dari FTZ menjadi KEK, sambung Darmin, sedang disusun pemerintah bersama kementerian terkait dan Dewan Kawasan Nasional.

"Jika (KEK) resmi akan diberlakukan, kami akan mulai di zona (kawasan) mana yang paling siap menjadi KEK," kata Darmin.


Pelabuhan Batam Center tampak tertata rapi. Foto: MI/Hendri Kremer


Transformasi

Mengingat Pulau Rempang dan Galang akan menjadi KEK, dan secara hukum Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dikelola oleh BP Batam, maka menurut Darmin, ke depan akan dibentuk badan yang khusus mengelola Kawasan Ekonomi Khusus di Batam.

"Kami sudah mulai merencanakan, dua hingga tiga bulan ke depan sudah ada kawasan tertentu di Batam yang menjadi KEK. Setelah itu, kami cari lagi kira-kira kawasan mana lagi yang siap menjadi KEK," papar Darmin.

Saat ini baru kawasan industri Kabil yang digadang-gadang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.  Di kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa, juga telah berdiri industri digital bernama Nongsa Digital Park (NDP).

Ditambahkan Darmin, dengan bergantinya status Batam dari FTZ menjadi KEK, maka ke depan, bisa saja Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah tidak ada lagi. "Tetapi berganti nama menjadi Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus," papar Darmin.

(Baca: Pemerintah Berikan Kemudahan BP Batam Tarik Investor)

Koordinasi lintas instansi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, rapat koordinasi Pemerintah, Pemda, dan Bank Indonesia di Batam, telah mengidentifikasi empat arah kebijakan utama guna mempercepat pengembangan industri berorientasi ekspor. Pertama, kata Agus, pengembangan kawasan industri secara menyeluruh didukung insentif yang memadai dan infrastruktur yang berkualitas.


Agus Martowardojo. Foto: Antara/M Adimaja

Kedua, penyediaan SDM yang mampu mengimbangi aplikasi teknologi dan inovasi di industri manufaktur. Ketiga, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan. "Dan keempat, keterkaitan industri domestik dengan rantai nilai global," ujarnya.

"Ini agar kawasan Batam benar-benar mampu kompetitif dan bersaing di tingkat global. Industri-industri yang high technology dan inovasi kreatif juga mulai bermunculan sehingga bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah, maupun nasional," ujarnya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menambahkan, wilayah Kepri dan Batam khususnya harus mampu melakukan terobosan-terobosan dalam menggali potensi industri selain manufaktur dan shipyard yang bisa dikembangkan di wilayah ini.

Sektor industri dengan teknologi menengah-tinggi, kata Nurdin, diharapkan  mampu mendorong Batam lebih kompetitif. Saat ini, ada beberapa kawasan industri baru yang mulai dibuka, di antaranya industri kreatif seperti yang baru dibangun di Kabil, yakni Nongsa Digital Park.


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) menandatangani prasasti pembukaan Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauran Riau pada 20 Maret 2018. Foto: Antara/MN Kanwa

"Industri ini sangat bagus dikembangkan. Terlebih, sejumlah investor sudah menyatakan ketertarikannya berinvestasi di kawasan tersebut. Industri digital ini  bisa menjadi ikon baru bagi perkembangan industri di Pulau Batam," ujarnya.

Selain itu, Kepri saat ini tengah gencar-gencarnya mengembangkan sektor pariwisata. Seperti diketahui, Kepri berada di urutan tiga setelah Jakarta dan Bali sebagai wilayah dengan kunjungan wisman tertinggi di Indonesia.

"Beberapa wilayah akan kami kembangkan sebagai kawasan pariwisata, di antaranya, Kabupaten Natuna, Anambas, termasuk Lingga. Wilayah-wilayah ini punya keistimewaan di sektor pariwisata," pungkasnya.


(SUR)