Empat Kawasan Industri di Batam Dapat Fasilitas KILK dari BKPM

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 02 Feb 2017 15:18 WIB
kawasan industri
Empat Kawasan Industri di Batam Dapat Fasilitas KILK dari BKPM
Sejumlah remaja menikmati masa berbunga pohon sakura di Kawasan Industri Batamindo, Batam -- ANT/Joko Sulistyo

Metrotvnews.com, Batam: Empat kawasan industri di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendapatkan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat. Empat kawasan industri tersebut adalah Batamindo, Kabil, Westpoint, dan Bintang Industrial Estate.

Deputi V Badan Pengusahaan (BP) Batam Gusmardi Bustami mengatakan, sejak fasilitas KILK dan Ijin Investasi 3 Jam (i23J) soft launching 1 September 2016, BP Batam telah mengajukan 24 kawasan industri kepada BKPM Pusat. Hasilnya, ada tujuh kawasan undustri yang lolos verifikasi.

Namun, BKPM menetapkan hanya ada empat kawasan industri yang mendapatkan fasilitas KILK. "Sementara ini hanya ada empat kawasan. Kemungkinan, tahun-tahun mendatang akan bertambah lagi," kata Gusmardi di Kantor BP Batam, Kamis, 2 Februari 2017.

Sedangkan, tiga kawasan industri yang lolos verikasi tapi tidak mendapat KILK adalah Latrade Industrial Park, Tunas, dan Executive Industrial Park. Fasilitas KILK diberikan untuk memudahkan investor menanamkan modalnya di Batam.

Investor, kata Gusmardi, bisa langsung membangun pabrik atau industri sembari mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), amdal, dan perizinan lainnya. "Fasilitas KILK diberikan kepada investor setelah mereka lebih dulu mendapatkan fasilitas i23J dari BP Batam," tambahnya.

Saat ini, sambung Gusmardi, ada sekira delapan perusahaan/investor asing yang sudah mendapatkan fasilitas i23J.  Total investasi dari delapan investor tersebut sekitar USD220 juta dengan potensi lapangan pekerjaan mencapai ribuan orang.

Koordinator Kawasan Industri Indonesia (HKI) Kepri Oka Simatupang mengapresiasi keputusan BKPM yang menetapkan empat kawasan industri di Batam mendapatkan fasilitas KILK.

"Ini sudah menjadi ketetapan BKPM. Kita berharap di tahun-tahun mendatang jumlahnya bertambah, karena kita memiliki 24 kawasan industri di Batam," kata Oka usai bertemu dengan Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro.

Adapun kriteria yang ditetapkan BKPM Pusat memberikan fasilitas KILK kepada empat kawasan industri di Batam, yakni; luas lahan yang cukup, punya legalitas sebagai kawasan industri, memiliki struktur manajemen, dan mempunyai izin amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan).


(NIN)