BP Batam Target Raup Investasi Rp5 Triliun

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 01 Sep 2016 15:01 WIB
investasi di batam
BP Batam Target Raup Investasi Rp5 Triliun
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro memberikan sambutan dalam acara soft launching program i23J dan KILK BP Batam di Gedung Sumex Batam.

Metrotvnews.com, Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan investasi sebesar USD400 juta atau sekira Rp5 triliun seiring diluncurkannya program Izin Investasi 3 Jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) di Kota Batam, Kepulauan Riau. 

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro mengatakan, target nilai investasi itu diharapkan dapat dihimpun selama satu periode ke depan sejak program i23J dan KILK diluncurkan. Peluncuran program ini adalah yang pertama di luar Ibu Kota Jakarta.

Program ini diklaim bisa memberikan kemudahan investor, terutama dalam hal perizinan. Hatanto menyebut telah memangkas berbagai birokrasi perizinan.

"Investor kini dapat lebih mudah dan cepat mengurus perizinan," kata Hatanto saat soft lauching i23J dan KILK di Gedung Sumatera Expo (Sumex), Batam, Kamis (1/9/2016).

Program ini, kata Hatanto, ditujukan kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Batam minimal Rp50 miliar dan dapat menyerap 300 tenaga kerja. Investor yang menginginkan layanan ini bisa langsung datang ke PTSP BP Batam di Gedung Sumex, Batam Centre. 

Kemudahan atau fasilitas yang didapatkan investor dalam program i23J ini, sambung Hatanto, adalah 8 macam produk perizinan investasi, yakni izin investasi, akta perusahaan dan pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan, izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK). 

"Delapan produk perizinan tersebut dapat diperoleh investor dalam waktu maksimal tiga jam. Dengan program ini, investor juga mendapatkan fasilitas KILK yang terhubung dengan 23 kawasan industri yang ada di Batam," jelas Hatanto. 

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik peluncuran i23J dan KILK oleh BP Batam. Ia mengatakan, ini momentum penting untuk semakin menggairahkan dan meningkatkan investasi di Batam. Wilayah Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia memiliki potensi besar sebagai kota tujuan investasi. 

"Pemko mendukung peluncuran program ini. Bentuk dukungan kami yakni ikut memberikan kemudahan perizinan, terutama IMB bagi investor yang langsung membangun industrinya di Batam," kata Amsakar. 

Deputi 5 BP Batam Gusmardi Bustami menambahkan, saat ini ada 23 kawasan industri di Batam. Seluruh kawasan industri ini nantinya akan disurvei oleh BKPM sebelum ditawarkan kepada investor.

"Hasil survei akan diputuskan kawasan industri mana saja yang layak untuk ditawarkan kepada investor," ujarnya.


(SAN)