Jalur Kereta TransSumatera Molor Terbentur Anggaran

Budi Warsito    •    Kamis, 28 Sep 2017 16:28 WIB
kereta api
Jalur Kereta TransSumatera Molor Terbentur Anggaran
Proyek reaktivasi jalur kereta api Trans Sumatera Medan-Aceh yang membentang dari stasiun Binjai-stasiun Besitang sepanjang 80 kilometer diharapkan rampung sesuai target sekitar 2018-2019. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Pembangunan proyek TransSumatera Railway dipastikan molor. Keterbatasan anggaran jadi alasan.

Jalur TransSumatera rencananya bakal membentang dari ujung utara hingga ujung selatan pulau berjuluk Andalas. Proyek multitriliun tersebut dicanangkan selesai 2019.

"Tapi karena keterbatasan anggaran, yang bisa direalisasikan hanya Aceh-Sumatera Utara-Riau," kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Edy Nursalam, Medan, Kamis 28 September 2017.

Hanya anggaran yang menjadi persoalan rumit. Pembebasan tanah maupun kesiapan kontraktor yang akan mengerjakan proyek itu bukan masalah yang signifikan.

Dari anggaran senilai Rp5 triliun yang disiapkan pemerintah, Rp2,5 triliun di antaranya telah dialokasikan tahun ini. Investasi dibagi 30 persen pemerintah dan 70 persen swasta.

"Sejauh ini yang sudah disiapkan pemerintah mencapai 26 persen. Tinggal 4 persen lagi yang belum. Nah, kita berharap ada swasta yang berminat untuk investasi," imbuh Edy.

Untuk jalur Sumut-Riau, akan dibangun jalur rel baru sepanjang 40 kilometer (km) dari Rantau Prapat menuju Kota Pinang. Berikutnya, jalur ini disambungkan ke perbatasan Riau hingga ke Kota Duri dan Pelabuhan Dumai.

"Sementara untuk jalur Sumut-Aceh, kita juga sudah mulai Binjai-Besitang, lalu nanti ke Langsa," kata dia.

Meski baru menghubungkan tiga dari sepuluh provinsi yang ada di Sumatera, keberadaan jalur kereta api itu diyakini akan menumbuhkan ekonomi di ketiga wilayah tersebut. Apalagi, jalur kereta akan menyambung dan melewat areal industri dan pelabuhan.

"Belum lagi kalau nanti seluruhnya sudah terkoneksi," paparnya.


(SUR)