Hanya 1.075 Perusahaan di Sumut Rekrut Karyawan secara Online

Farida Noris    •    Jumat, 07 Apr 2017 11:04 WIB
tenaga kerja
Hanya 1.075 Perusahaan di Sumut Rekrut Karyawan secara Online
Ilustrasi internet, MTVN - desain grafis: M Rizal

Metrotvnews.com, Medan: Tak banyak perusahaan merekrut tenaga kerja menggunakan sistem daring alias online di Sumatera Utara. Dalam rentang waktu lima tahun, hanya 1.075 perusahaan di Sumut yang mengandalkan internet untuk merekrut karyawan baru.

Country ManagerJobStreet.com, Faridah Lim, menilai tak banyak perusahaan yang merekrut karyawan dengan sistem online di Sumut. Adapun perusahaan yang menggunakan sistem itu dalam lima tahun terakhir bergerak di bidang manufaktur, edukasi, dan agrikultur.

Faridah menilai itu terjadi karena tingkat kepercayaan masyarakat rendah terhadap rekrutmen via online. Pencari kerja juga belum familiar menggunakan media online.

"Meski penggunaan media sosial di Sumut cenderung tinggi, tapi penggunaan jasa rekrutmen tenaga kerja via online itu rendah. Masyarakatnya juga belum yakin apakah CV mereka bakal sampai ke perusahaan yang dituju, dan ada juga yang gaptek," terang Faridah di Medan, Kamis 6 April 2017.

Sementara itu, dari sisi perusahaan, lanjut Faridah, dalam mencari karyawan, perusahaan masih cenderung memakai iklan rekrutmen secara konvensional, dengan mengiklankannya di surat kabar, ataupun mengambil karyawan yang berasal dari kolega atau keluarga. 

"Bahkan pada saat kita buka jobstreet, kita sempat membuat free pemasangan selama dua tahun. Tapi ternyata, perkembangannya di sini (Sumut) sangat rendah," jelasnya.

Faridah menambahkan dari 10 perusahaan yang ada di Sumut, perusahaan yang paling banyak memakai jasa mereka yang tertinggi ialah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur/produksi 27 persen, lalu edukasi sebanyak 15 persen, dan agrikultural 10 persen.

"Sementara perusahaan terendah ialah yang bergerak di bidang retail sebanyak 6 persen, automobile sebanyak 7 persen, dan hotel yang juga sebanyak 7 persen," ungkapnya.

Begitupun, Faridah yakin seiring makin tingginya penggunaan internet khususnya di Sumut, budaya penyerapan tenaga kerja ke depannya nanti akan bergeser. Pemakaian jasa rekrutmen tenaga kerja penyerapan akan semakin meningkat.

"Karenanya kita melakukan edukasi. Meski sekarang ini perkembangannya belum seperti yang kita harapkan," pungkasnya.


(RRN)