50 Ribu Rumah Liar Hambat Investasi di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 27 Oct 2016 11:41 WIB
penertiban
50 Ribu Rumah Liar Hambat Investasi di Batam
Ratusan rumah liar di Kampung Seraya yang berdiri di atas lahan milik Kodim 0316/Batam, Ant - M N Kanwa

Metrotvnews.com, Batam: Tim Terpadu Kota Batam, Kepulauan Riau, akan menertibkan puluhan ribu rumah liar yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Batam. Penertiban dilakukan secara bertahap hingga 2020.

Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Syuzairi, mengatakan penertiban bertujuan merealisasikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program tersebut dicanangkan pemerintah pusat.

Syuzairi mengatakan 50 ribu rumah liar di Batam. Ia mengatakan itu terjadi karena populasi di Batam terus bertambah.

"Jumlah ini juga dipicu oleh makin banyaknya jumlah pendatang yang masuk ke Batam," kata Syuzairi di Batam. 

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam per 2015, jumlah penduduk Batam mencapai 1.164.352 jiwa. 

"Penertiban rumah liar tidak hanya menjadi tugas Tim Terpadu, tetapi juga instansi terkait, seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam," ujarnya. 

Tidak hanya itu, tambah Syuzairi, banyak rumah liar berdiri di atas lahan yang telah dialokasikan oleh BP Batam. Sehingga hal ini dinilai turut menghambat investasi di Kota Batam. 

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim, mengatakan, permasalahan rumah liar di Batam belum tuntas. Sebab, Djaja menilai pemerintah belum melakukan tindakan tegas.  

"Ini menjadi kewajiban BP Batam, bersama Tim Terpadu. Seharusnya, ketika lahan telah dialokasikan kepada pengusaha, seharusnya status lahan itu clean and clear, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi penerima alokasi lahan," kata Djaja.

Fakta yang terjadi di lapangan saat ini, ungkap Djaja, justru hampir semua lahan yang telah dialokasikan ternyata malah menghambat pembangunan. 

Ia berharap BP Batam atau Tim Terpadu serius dan tegas menyikapi permasalahan rumah liar. Sehingga kondisi Batam tak semakin karut marut. 

"Sampai kapan mau seperti ini. Seperti tidak ada ketegasan dari BP Batam dalam menyelesaikan permasalahan ruli di Batam," ujarnya. 


(RRN)