Isu Rush Money

Pengamat Nilai Perekonomian sedang Sehat

Farida Noris    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:26 WIB
rush money
Pengamat Nilai Perekonomian sedang Sehat
Logo Bank Indonesia, bank central Indonesia, Ant

Metrotvnews.com, Medan: Perekonomian Indonesia sedang tumbuh dengan sehat. Sehingga tak ada alasan untuk melakukan penarikan uang secara besar-besaran atau rush money. Namun alangkah baiknya pemerintah mengantisipasi tindakan tersebut.

Pengamat Ekonomi di Medan, Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan tak ada alasan untuk melakukan penarikan uang massal. Dengan kata lain, rush money itu hoax.

"Biasanya investor di pasar modal reaktif dengan perkembangan isu. Tapi hingga kini, isu itu belum mempengaruhi sektor perbankan," kata Gunawan kepada Metrotvnews.com, Rabu (23/11/2016).

Meski demikian, Gunawan menyarankan pemerintah menindak pelaku penyebar isu tersebut. Agar, masyarakat tak semakin resah dan termakan isu tidak jelas.

Menurut Gunawan, rush money dapat mengakibatkan likuiditas perbankan. Uang yang memutar roda perekonomian. Bila uang itu ditarik, bank kesulitan.

"Itu yang membuat krisis ekonomi. Jadi, aparat harus menangkap penyebar isu agar tak berdampak buruk pada masyarakat dan ekonomi. Masyarakat juga harus mendapat sosialisasi mengenai isu itu," pesan Gunawan.

Sementara itu, Bareskrim Mabes Polri tengah menelisik pelaku yang mengajak rush money pada 25 November. Isu tersebut mencuat terkait gerakan pada 25 November dan 2 Desember.

Baca: Polri Selisik Provokator Ajakan Rush Money

"Memang ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan sistem perbankan di Indonesia. Aksi provokasi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya.


(RRN)