Harga Kolang Kaling Melenting

Farida Noris    •    Kamis, 24 May 2018 15:57 WIB
pangan
Harga Kolang Kaling Melenting
Pedagang menjajakan kolang kaling di Pasar Tradisional Simpang Limun, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis 24 Mei 2018. Medcom.id/Farida Noris

Medan: Harga kolang kaling melejit. Makanan dari buah enau ini salah satu panganan yang paling populer di Kota Medan, Sumatera Utara, selama Ramadan.

"Kolang kaling memang tak bisa dipisahkan dari bulan puasa. Jadi tak lengkap rasanya bila berbuka tanpa ada kolang kaling," kata pedagang kolang kaling di Pasar Tradisional Simpang Limun, Reslita, Kamis 24 Mei 2018.

Karena peminat kolang kaling tinggi selama Ramadan, harganya pun melonjak hingga Rp13.000 per kilogram. Naik 30 persen jika harga sebelum bulan puasa yang berkisar Rp10.000 per kilogram.

Kenaikan harga kolang kaling ini, lanjut Reslita, bukan hanya disebabkan permintaan tinggi. Pasokan bahan baku juga mulai menipis. Bahkan, mendekati lebaran harga kolang kaling diprediksi tembus sampai Rp15.000 per kilogram.

"Karena banyak masyarakat yang membuat manisan. Nyari kolang kaling ini juga susah. Apalagi pengerjaan kolang kaling ini sebelum seperti ini banyak prosesnya, ke hutan dulu dan dimasak lagi,” bebernya.

Dalam sehari, dia bisa menjual hingga 30 kilogram kolang kaling yang langsung didatangkan dari Tarutung, Sidamanik, dan Siantar. Permintaan dipastikan meningkat satu minggu jelang lebaran.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kalau dekat lebaran bisa menghabiskan 60 sampai 100 kilogram. Seperti tahun lalu tembus sampai 100 kilogram,” terangnya.

Indah, salah seorang pembeli kolang kaling, mengatakan membeli kolang kaling untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Biasanya kolang kaling dijadikan campuran kolak dan manisan.

"Tapi jelang lebaran biasanya saya olah menjadi manisan untuk disajikan kepada tamu yang datang. Karena lebih tahan lama," urainya.


(SUR)