Pengembangan Bandara di Batam Akomodir Pasar Dirgantara Internasional

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 10 Dec 2017 13:16 WIB
penerbangan
Pengembangan Bandara di Batam Akomodir Pasar Dirgantara Internasional
Petugas ground handling menyiapkan keberangkatan pesawat komersial di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Foto: Antara/Joko Sulistyo

Batam: Pembangunan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di kawasan Bandara Hang Nadim Batam disambut baik Menko Perekonomian Darmin Nasution. Kehadiran MRO di Batam diharapkan tidak hanya melayani perawatan pesawat dalam negeri tetapi juga luar negeri.

"MRO merupakan industri berskala besar karena menangani perawatan dan perbaikan secara menyeluruh pesawat. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun bukan puluhan orang, tetapi mencapai ratusan bahkan ribuan orang," ungkap Darmin usai pembukaan Barelang Bridge Marathon di Hotel Best Western, Panbil, Kota Batam, Sabtu, 9 Desember 2017, malam.

Investasi MRO atau hanggar di Bandara Hang Nadim sangat strategis jika melihat posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Potensi industri ini tak hanya melayani perawatan pesawat dalam negeri, tetapi juga bisa mengakomodir perawatan pesawat luar negeri.

"Kami mendukung BP Batam merealisasikan investasi ini. Sehingga tenaga kerja di daerah ini dapat diberdayakan. Tidak perlu lagi mendatangkan dari luar. Makanya perlu penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi kepada tenaga kerja agar memiliki keahlian di bidangnya," jelas Darmin.

Sekadar diketahui, saat ini yang sudah membangun industri MRO di kawasan Bandara Hang Nadim adalah Lion Air Group. Perusahaan ini telah mengoperasikan satu hanggar dari tiga proyek hanggar yang dibangun. Menyusul PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk.


(Kiri ke kanan) Deputi 5 BP Batam Bambang Purwanto, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menpan-RB Asman Abnur, dan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat konferensi pers di Hotel Best Western, Panbil, Kota Batam, Sabtu, 9 Desember 2017, malam. Foto: Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Segera direalisasi

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, dalam satu hingga dua pekan ke depan BP Batam akan menemukan kata sepakat dengan pihak GMF dan merealisasikan komitmennya membangun MRO di Hang Nadim Batam.

"Dalam satu hingga dua pekan ke depan kami bertemu lagi dengan GMF untuk memfinalkan kesepahaman yang sudah ditandatangani bersama," ujar Lukita. BP Batam telah mengalokasikan lahan seluas 25.000m2 untuk pembangunan MRO tersebut.

Lukita menargetkan, MRO atau hanggar yang dibangun GMF tersebut sudah dimulai pada 2018 sehingga pada semester II-2018, MRO tersebut diharapkan sudah beroperasi. "Investasi ink kami prediksi akan menyerap banyak tenaga kerja," paparnya.

Sekadar diketahui, PT Garuda Indonesia Tbk melalui anak perusahaannya yakni GMF akan membangun fasilitas MRO di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Pembangunan fasilitas MRO tersebut ditandatangani dalam nota kesepahaman dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

(Baca: Pemerintah Kembangkan Batam Jadi Pusat Logistik)

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Direktur Utama GMF, Juliandra dan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodiputro, Senin, 20 Februari 2017 lalu di Kantor BP Batam.

Juliandra mengatakan, investasi ini akan digunakan GMF dan partner  
untuk membangun fasilitas perawatan pesawat dalam hal ini hangar maupun fasilitas pendukung lainnya. Batam dipilih karena lokasinya strategis dan mempunyai fasilitas yang memadai.

Fasilitas hanggar yang akan berdiri di atas lahan seluas 25.000 meter persegi ini, akan mengakomodasi pasar perawatan pesawat Internasional. Saat ini, sambung Juliandra, pembangunan hangar sedang dalam tahap evaluasi kelayakan bisnis bersama dan ditargetkan dapat mulai dibangun awal 2018 dan dapat mulai beroperasi di semester II tahun 2018.


(SUR)