Curah Hujan Tinggi, Pasokan Bahan Pokok Masih Aman

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 04 Apr 2017 19:14 WIB
bahan pokok
Curah Hujan Tinggi, Pasokan Bahan Pokok Masih Aman
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Simalungun: Pasokan bahan pokok di wilayah Simalungun, Sumatera Utara masih terbilang aman kendati musim penghujan dengan curah hujan tinggi terus melanda.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Simalungun Hotmaida Sihaloho menyatakan jika pasokan bahan pokok hingga akhir tahun sangat mencukupi dan dalam batas aman.

"Bila dilihat dari tahun ke tahun, meskipun cuaca sangat ekstrem, jauh sebelumnya sudah dilakukan pengendalian dari sisi hama penyakit, persoalan racun apalagi dengan kondisi hujan yang tinggi seperti ini bisa membuat para petani gagal panen," ucapnya di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa 4 April 2017.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Pemkab Simalungun, Sumatera Utara seperti padi, jagung, umbi-umbian, kedelai, kacang-kacangan, bawang merah, cabai, hingga tomat  mengalami kenaikan.

Data per 2016 melalui Angka Sementara (ASEM) dan Angka Pragnosa 2017 menyebutkan untuk padi  (582.967 ton), jagung (454.489 ton), kedelai (434,1 ton), kacang tanah (1.943,9 ton), kacang hijau (113,7 ton), ubi kayu (339.667 ton), ubi jalar (39.272,8 ton).

Baca: Pemerintah Bakal Tetapkan Batas Atas dan Batas Bawah Harga Bahan Pokok

Sementara itu, untuk perhitungan produksi  bawang merah, cabai besar, cabai rawit, hingga tomat masih dalam perhitungan kuintal, untuk bawang merah (25.421 kuintal), cabai besar (332.263 kuintal), cabai rawit (86.153 kuintal), dan tomat (201.138 kuintal).

"Kita juga melakukan perawatan terhadap tumbuhan atau tanaman yang menghasilkan kebutuhan bahan pokok dengan meingkatkan perawatan yang dilakukan dua hingga tiga kali dalam satu hari, hal ini demi mencegah gagal panen yang ada di kawasan pertanian di Simalungun," jelasnya.

Dia menambahkan, bila berdasarkan dari pengalaman harga cabai yang naik hingga Rp65 ribu per kilo dari harga di pajak (pasar), maka pihaknya mulai melakukan cara yang alami dengan menggunakan trikogarma yakni hama yang sudah dikembang biakkan demi melawan datangnya hama yang bisa menyebabkan gagal panen.




"Untuk sisi pertanian, Kabupaten Simalungun menjadi urutan kedua setelah Lahat dan di tempat ketiga yakni Deli Serdang jika dilihat ukuran provinsi Sumatera Utara. Hasil komoditas inilah yang terus dipertahankan oleh Bupati Simalungun JR Saragih dalam kinerja semangat baru Sumatera Utara," tutur dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun Harmedin Saragih menambahkan, demi meminimalisir kenaikan harga maka pihaknya terus berupaya mengadakan pasar murah sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Tak lama lagi mendekati bulan puasa, otomatis dengan melalui kegiatan pasar murah yang dilakukan JR Saragih bisa memenuhi kuota kebutuhan pokok di masyarakat dengan baik sehingga persoalan kenaikan harga bisa teratasi dengan baik," pungkas dia.


(AHL)