Bandara Hang Nadim Jadi Pivot Aero Marine Tropolis Batam

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 11 Nov 2016 17:53 WIB
bandara
Bandara Hang Nadim Jadi Pivot Aero Marine Tropolis Batam
Bandara Hang Nadim, Batam. Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat

Metrotvnews.com, Batam: Bandara Internasional Hang Nadim dirancang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Kota akan mengintegrasikan bandara dengan Pelabuhan Kabil sesuai konsep Aero Marine Tropolis Batam. 

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, Aero Marine Tropolis merupakan konsep pusat kota dengan bandara sebagai pusat keluar masuk barang. 

Konsep tersebut, kata Andi, sebagai strategi baru dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersial. Secara simultan konsep ini juga diharapkan memberi manfaat bagi wilayah sekitarnya. 

"Konsep ini mengusung tata kota yang modern, menguhubungkan Bandara Hang Nadim dengan pelabuhan dalam satu kawasan terpadu. Di dalamnya terdapat pusat bisnis, seperti kargo udara, logistik, perkantoran, mal, retail, apartemen, hotel, serta fasilitas lainnya," papar Andi kepada Metrotvnews.com, di Batam Centre, Jumat (11/11/2016).

Konsep ini juga yang kemudian disebarluaskan BP Batam dalam keikutsertaannya di Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2016 di Jakarta, 9-11 November 2016. Dalam gelaran itu, kata Andi, BP Batam berkesempatan memberikan informasi kepada calon investor bahwa Batam memiliki prospek investasi di bidang pengembangan bandara dan pelabuhan sebagai pusat pertumbuhan kota. 

"Pengembangan Bandara Hang Nadim sudah dilirik sejumlah investor dalam dan luar negeri, seperti Singapura, Tiongkok, dan Korea. Hang Nadim juga potensial dikembangkan menjadi aerospace park bagi perbaikan pesawat (MRO) dan pemanufakturan.  

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan ke kementerian terkait agar Garuda Maintenance Facilities (GMF) agar membuka MRO di Batam, mengingat potensi pengembangan Bandara Hang Nadim ke depan terbuka lebar.



(UWA)