Laju Perekonomian Kepri Triwulan II Loyo

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 02 Sep 2016 16:14 WIB
ekonomi daerah
Laju Perekonomian Kepri Triwulan II Loyo
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Batam: Laju perekonomian di Kepri mengalami perlambatan di triwulan kedua 2016, yakni 5,3 persen. Pada periode sama 2015, laju perekonomian Kepri mencapai 5,7 persen.

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Kepri, Gusti Raizal, mengatakan sejumlah faktor memicu terjadinya perlambatan itu. Di antaranya, sektor perdagangan besar dan eceran mengalami penurunan, termasuk reparasi mobil dan motor hanya tumbuh 9,14 persen. Angka ini, kata Gusti, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan pertama sebesar 13,55 persen. 

"Sektor perdagangan kita menurun juga dipengaruhi oleh merosotnya jumlah wisatawan yang masuk ke Kepri. Sampai Juni 2016, jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 5,0 persen," kata Gusti saat pemaparan Perkembangan Perekonomian Kepri Triwulan II tahun 2016 di Harmonie One, Batam, Jumat (2/9/2016).

Dampak yang paling terasa, sambung Gusti, saat Singapura mengeluarkan travel warning ke Indonesia pascapenangkapan enam terduga teroris di Batam, 5 Agustus 2016 lalu. Saat itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam turun hingga 40 persen. 

"Penurunan itu memukul sektor pariwisata kita. Tempat wisata dan hunian hotel sepi," ujarnya.

Selain sektor perdagangan, sambung Gusti, pendaftaran kendaraan baru juga menurun, baik mobil, motor, dan truk yang masing-masing turun 60,70 persen, 27,96 persen, dan 21,19 persen. 

Tidak hanya itu, permintaan terhadap properti di Batam juga cenderung turun akibat harga properti yang terus mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Gusti berharap agar perlambatan ekonomi di Kepri segera diatasi mengingat sektor industri, konstruksi, maupun investasi di wilayah ini masih mampu memberikan konstribusi bagi percepatan pembangunan. 

"Sektor industri pada triwulan II tahun ini tumbuh hingga 5,13 persen, sektor konstruksi tumbuh 4,4 persen, dan investasi tumbuh hingga 8,63 persen," ungkapnya. 

Pihaknya berharap agar proyek-proyek infrastruktur, baik dari APBN maupun APBD Kepri, dapat segera direalisasikan pembangunannya untuk bisa mendorong laju pertumbuhan.


(UWA)