Pengusaha Pulsa dan Kartu Perdana di Sumbar Tolak Aturan Kominfo

Alex Rajes    •    Senin, 02 Apr 2018 15:13 WIB
unjuk rasa
Pengusaha Pulsa dan Kartu Perdana di Sumbar Tolak Aturan Kominfo
Ratusan pengusaha toko pulsa dan kartu perdana yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) berunjuk rasa di kawasan Gor Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Senin, 2 April 2018. Foto: Medcom.id/Alex Rajes

Padang: Ratusan pengusaha toko pulsa dan kartu perdana yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) berunjuk rasa di kawasan Gor Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Senin, 2 April 2018. Mereka menolak registrasi kartu perdana prabayar dan menuntut Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 dihentikan.

Ketua DPD KNCI Sumatera Barat Alkadri Azima mengatakan peraturan yang membatasi registrasi satu NIK untuk tiga nomor menghalangi usaha penjual kartu perdana. "Kebijakan Kominfo akan membunuh usaha kami," kata Alkadri pada Medcom.id di sela orasi.

Dalam aksi tersebut KNCI menyampaikan tiga aspirasi, yakni penghapusan registrasi satu NIK untuk tiga nomor, menuding Kominfo berbohong terkait penandatanganan keputusan Dirjen pada 7 November 2017 lalu, dan meminta Presiden Jokowi selesaikan permasalahan yang diusung pengusaha kartu perdana se-Indonesia.

Alkadri juga menyatakan aksi ini akan terus berulang hingga permohonan disetujui pemerintah. "Selain unjuk rasa, kios penjualan pulsa dan kartu perdana yang kami kelola tutup, hingga permohonan diterima," tutup Alkadri.

Baca: Ratusan Pusara 'RIP Konter Pulsa


(SUR)