Penyaluran Premium ke Kepri Jelang Idulfitri Naik

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 04 Jun 2018 21:07 WIB
migas
Penyaluran Premium ke Kepri Jelang Idulfitri Naik
Antrean warga mengisi BBM jenis premium di SPBU Palm Regency, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 4 Juni 2018. Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: PT Pertamina (Persero) MOR I memprediksi penyaluran produk premium di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) akan naik sebesar 1,6 persen dari penyaluran normal sebesar 796 kiloliter. Penyaluran bahan bakar minyak bernilai RON 88 ini menjadi 808 kiloliter.

General Manager (GM) Pertamina MOR I, Joko Pitoyo mengatakan, penyaluran tersebut diprediksi meningkat menyambut perayaan Idulfitri 2018. Sedangkan untuk Pertalite, kata Joko, akan turun sebesar 21 persen dari penyaluran normal sebesar 259 kiloliter menjadi 204 kiloliter.

"Khusus untuk Pertalite ada penurunan sebesar 21 persen," ujar Joko, Senin, 4 Juni 2018.

Penurunan mulai terasa pada akhir Maret 2018 lalu. Kenaikan harga pertalite dari Rp7.800 menjadi Rp7.900, lalu naik lagi Rp8.000 dan terakhir berada di harga Rp8.100. Ini menjadi pertimbangan warga membeli BBM bernilai Ron 90 tersebut.

Sejauh ini masyarakat Batam masih memilih premium sebagai kebutuhan BBM untuk kendaraannya. Sekadar diketahui, saat ini pasokan pertalite di Kepri sebesar 7.000 kiloliter per bulan. Sebelumnya, pasokan mencapai 9.000-10.000 kiloliter per bulan.

"Selain pertalite, produk pertamax turbo diprediksi juga akan turun sebesar 12 persen yaitu dari penyaluran normal sebesar 59 kiloliter menjadi 52 kiloliter," ujar Joko.

Untuk produk solar/biosolar akan mengalami penurunan sebesar 1 persen yaitu dari 282 kiloliter menjadi 279 kiloliter.

Joko mengatakan, pasokan BBM ke masyarakat Provinsi Kepri disuplai dari empat Terminal BBM (TBBM), yaitu; TBBM Kabil, TBBM Kijang, TBBM Tanjunguban, dan TBBM Natuna melalui 51 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Kepri.


Ilustrasi gas elpiji 3 kilogram. Antara/Adeng Bustami

Konsumsi elpiji naik

Domestic Gas Manager Region I CD Sasongko mengatakan, konsumsi gas elpiji diprediksi akan meningkat selama bulan Ramadan 1439 Hijriah di wilayah Kepri.

Pertamina mengantisipasi lonjakan itu dengan menambah pasokan dan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan. Lonjakan permintaan, kata Sasongko, biasanya terjadi pada bulan Ramadan karena perubahan pola konsumsi.

"Untuk Kepri, Pertamina telah mengantisipasi penyaluran elpiji 3 kilogram dengan menambah 94.700 tabung atau 8 persen dari konsumsi harian normal yaitu dari 48.000 tabung per hari menjadi 52.600 tabung per hari," ujarnya.

Dikatakan, ketahanan pasoka dan stok elpiji wilayah Kepulauan Riau ditunjang dengan 14 agen dan 2.512 pangkalan elpiji yang disalurkan dari Depot Tanjunguban.

Kesiapan Avtur

Menjelang musik mudik Ifulfitri 2018, Pertamina MOR I juga memprediksi akan terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar Avtur di Bandara Hang Nadim, Batam.

Aviation Manager Region I Sihol Situmorang mengatakan,
penyaluran harian normal avtur di Bandara Hang Nadim diperkirakan akan meningkat sebesar 12,41 persen pada H-7 dan H+7. Penggunaan Avtur diprediksi naik dari 285 kiloliter per hari menjadi 320 kiloliter per hari.

"Ketahanan stok Avtur di Bandara Hang Nadim ditunjang oleh Depot Pengisian Pesawat Udara Hang Nadim," ujarnya.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Rudi Ariffianto menambahkan, Pertamina MOR I juga menyiagakan tim satgas Ramadan dan Idulfitri di seluruh unit operasi Pertamina MOR I.

Satgas tersebut mulai bekerja pada 30 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018. Antisipasi penambahan BBM maupun elpiji tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman.

"Jika ada keluhan dan informasi terhadap layanan atau produk Pertamina dapat menghubungi kontak Pertamina 1-500-000," ujar


Ilustrasi penerbangan. Medcom.id/M Rizal


(SUR)