Harga Smartphone di Batam Ikut Naik

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 08 Oct 2018 19:36 WIB
rupiah
Harga <i>Smartphone</i> di Batam Ikut Naik
Suasana di Lucky Plaza, pusat penjualan alat elektronik di Batam, Senin 8 Oktober 2018, Medcom.id - Anwar

Batam: Nilai tukar rupiah yang kini berada di Rp15.169 sampai Rp15.182 per dolar Amerika Serikat (USD) berdampak pada harga beberapa produk elektronik di Batam, Kepulauan Riau. Terutama, untuk produk telepon pintar atau smartphone.

Di pusat penjualan produk elektronik, terutama handphone yakni Lucky Plaza, Batam, pedagang mengatakan harga beberapa produk smartphone mengalami kenaikan seiring naiknya kurs dolar. Kenaikan juga dipicu oleh naiknya kurs Singapura yang saat ini menyentuh Rp11.020 per dolar Singapura. 

Baca: Gerak Rupiah Diperkirakan Rebound

"Produk-produk handphone yang harganya naik terutama handphone yang di produksi di Singapura. Harganya naik antara di kisaran Rp200-Rp300 ribu per unit," ujar Alex, seorang pedagang saat ditemui Medcom.id di Lucky Plaza, Nagoya, Batam, Senin, 8 Oktober 2018. 

Dia mengatakan, beberapa hari belakangan kenaikan harga terjadi pada handphone merek Samsung, iPhone, dan Nokia. Kondisi itu juga terjadi pada beberapa produk lain yang diproduksi di Singapura.

Lucky Plaza merupakan pusat penjualan handphone di Batam. Sebagian toko menjual handphone baru maupun seken. Beberapa toko lain menjual kamera, laptop, handycam, dan lainnya.

Banyak di antara produk handphone cerdas (android) tersebut didatangkan dari Singapura. Produk tersebut merupakan produk asli dan bergaransi. Namun belakangan, harganya melonjak seiring menguatnya kurs dolar AS dan Singapura. 

"Produk handphone buatan Singapura yang paling terasa kenaikannya. Samsung 9+ misalnya yang biasanya sekitar Rp10 juta, kini berkisar Rp10,3 juta hingga Rp10,5 juta. Namun harga ini masih jauh lebih murah dibanding produk Indonesia yang mencapai Rp12 juta," ujar Alfian, karyawan GH Shop. 

Sejauh ini smartphone buatan Singapura masih banyak diminati pembeli meski garansinya tak selama dengan garansi produk Indonesia. Harga produk elektronik asal Singapura yang dijual di kawasan FTZ Batam dikenal murah karena tidak dikenakan pajak dan bea masuk.

Namun produk-produk tersebut hanya boleh dijual di Batam. Bukan untuk dijual di luar Pulau Batam. Meski demikian, seiring naiknya kurs dolar AS dan kurs dolar Singapura, harga smartphone pun mengalami kenaikan. 

"Produk smartphone yang terasa dampak dari kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kalau produk lain, seperti laptop dan kamera tidak. Karena rata-rata kami mengambilnya dari Jakarta," ujar Toni, pengelola Toko Canon Jaya di Lucky Plaza Batam.

Sulit diprediksi kapan harga elektronik stabil karena nilai tukar rupiah masih melemah atas dolar AS maupun terhadap dolar Singapura. "Hari ini dolar Singapura juga naik dari sebelumnya sekitar Rp10 ribu lebih, kini sudah di angka Rp11.020 per dolar Singapura," tambah Alex. 


(RRN)