Lion Air Layani Enam Penerbangan Perdana Umrah ke Madinah

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 26 Oct 2017 16:16 WIB
Lion Air Layani Enam Penerbangan Perdana Umrah ke Madinah
Jamaah umrah naik ke pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau. Pesawat ini melayani penerbangan umrah dari Pekanbaru-Madinah sekali seminggu.

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Maskapai Lion Air membuka rute penerbangan Riau-Madinah untuk melayani perjalanan jamaah umrah, Kamis, 26 Oktober 2017. Untuk penerbangan ini, Lion Air menggunakan pesawat baru yakni Boeing 737 Max 8. 

Ari Azhari, General Manager Service Lion Air Group, mengatakan, pembukaan rute Pekanbaru ke Madinah, Arab Saudi, ini setelah melihat potensi dan animo masyarakat melakukan perjalanan jamaah umrah cukup besar.

"Kami melihat animo masyarakat untuk menunaikan umrah ke Madinah sangat besar. Dan salah satu rute favoritnya ada di Riau ini, sehingga kami membuka rute Pekanbaru-Madinah," kata Ari di sesaat sebelum peresmian penerbangan perdana tersebut, di gedung VVIP Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kamis, 26 Oktober 2017.

Penerbangan Pekanbaru-Madinah, kata Ari, akan ditempuh sekira delapan jam. Pesawat akan landing di India untuk mengisi bahan bakar. "Pesawat akan berhenti selama 30 menit di India. Penumpang tak diizinkan turun. Setelah mengisi bahan bakar, penerbangan kembali dilanjutkan menuju Madinah," jelasnya.

Ari menyatakan, untuk penerbangan ini, Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8. Pasawat ini, sambung Ari, merupakan pesawat baru dan baru tiba dua bulan lalu. Lion Air Group baru memiliki enam pesawat tipe tersebut dan akan menyusul dua unit lainnya jelang akhir tahun 2017.

"Pesawat ini didesain untuk menempuh jarak jauh. Lebih nyaman dibandingkan pesawat reguler Lion Air lainnya. Tempat duduk lebih lebar dan kaki lebih bebas bergerak, serta mampu meredam suara mesin hingga 40 persen," kata Ari. 

Selain dari Pekanbaru, tahun ini Lion Air Group juga membuka penerbangan perdana perjalanan umrah di lima kota besar lainnya, yakni Aceh-Madinah; Padang-Madinah; Balikpapan-Jeddah; Bandung-Madinah; dan Solo-Madinah. 

"Khusus Pekanbaru-Madinah berangkat setiap hari Kamis, sekira pukul 14.00 WIB. Dan Madinah-Pekanbaru setiap hari Senin. Jumlah seat di pesawat Boeing 737 Max 8 ini sebanyak 180 seat, tetapi yang digunakan oleh jamaah umrah hanya 175 seat," pungkas Ari. 

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengapresiasi penerbangan perdana ini. Hal ini, kata Arsyadjuliandi, tak lepas dari sinergi yang dilakukan semua pihak, baik Lion Air Group, otoritas bandara, dan para biro perjalanan umrah di Pekanbaru.

"Ini kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Riau. Kehadiran penerbangan internasional ke Madinah ini akan menyemangati kami untuk memperjuangkan agar Riau menjadi embarkasi keberangkatan jamaah haji," kata Arsyad saat memberikan sambutan peresmian penerbangan perdana Lion Air rute Pekanbaru-Madinah. 

Sebelumnya Pemprov Riau meminta kepada Kemenag RI agar Riau bisa menjadi embarkasi haji. Namun hal itu ditolak Kemenag dengan alasan ada tiga persyaratan yang belum bisa dipenuhi Riau. 

"Kami akan upayakan memenuhi tiga syarat tersebut dan akan memperjuangkan lagi agar tahun depan Bandara Sultan Syarif Kasim II bisa menjadi embarkasi haji," ujarnya. Selama ini, seluruh jamaah calon haji Riau berangkat ke Madinah melalui embarkasi Batam.

Sementara itu, Jaya Tahoma Sirait, General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, menyambut baik penerbangan perdana Lion Air rute Pekanbaru-Madinah.

"Ini sebuah kebanggaan bagi kami bila ada penambahan rute dari Pekanbaru ke berbagai wilayah di Indonesia maupun internasional. Ini menandakan berkembangnya ekonomi sebuah wilayah," ujarnya. 

Seiring penambahan rute penerbangan tersebut, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan di Bandara Sultan Syarif Kasim II. "Agar ke depan bandara ini lebih besar lagi dan mampu melayani penerbangan ke berbagai tujuan di Indonesia dan negara-negara lain di dunia," pungkasnya.

(ALB)