Pemerintah Kembangkan Batam Jadi Pusat Logistik

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 10 Dec 2017 10:51 WIB
logistik
Pemerintah Kembangkan Batam Jadi Pusat Logistik
Kesibukan di salah satu sudut galangan kapal Kota Batam. FOTO: MI/Hendri Kremer

Batam: Pemerintah menaruh perhatian besar pada pengembangan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. Salah satunya dengan menjadikan wilayah ini sebagai pusat logistik di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kehadiran pusat logistik di Batam sangat penting. Apalagi jika melihat letak Batam yang strategis, berada di jalur lalu lintas perdagangan dunia.

"Bicara tentang logistik, di negara kita ini masih belum memadai. Rasio logistik kita terhadap ekonomi masih tinggi, mencapai 24 persen. Sedangkan rasio logistik di negara lain sekira 13 persen," ungkap Darmin dalam konferensi pers seusai acara pembukaan Barelang Bridge Marathon 2017 di Kota Batam, Sabtu, 9 Desember 2017, malam.

Untuk menekan rasio logistik terhadap ekonomi, Menteri Darmin mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam membangun pusat logistik di wilayah ini. Infrastruktur di Batam dinilai sangat mendukung untuk membangun gudang logistik tersebut.

(Klik: Batam Menunggu Keberpihakan Pusat)

Rencana besar ini bertujuan mengefesiensi arus lalu lintas logistik sehingga industri di Tanah Air tidak perlu jauh-jauh belanja dari Eropa, Asia, atau negara-negara lain.

"Biaya lebih murah dan logistik bisa tiba lebih cepat bila hanya mendatangkan dari Batam," ungkap Darmin.

Darmin optimis, target pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7 persen bila direalisasikan bila melihat potensi yang dimiliki Batam. BP Batam didorong menyiapkan pengembangan zona-zona (kawasan) ekonomi, industri, dan pariwisata, serta infrastruktur yang mampu mendukung peningkatan perekonomian Batam.

Program prioritas

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah mengatakan, pembangunan pusat logistik di Batam masuk dalam program prioritas BP Batam. Letak Batam yang berada di kawasan segi tiga emas, yakni Singapura, Malaysia, dan Batam, menjadikan pulau Batam strategis untuk pembangunan pusat logistik.

Dibandingkan dengan kawasan sejenis, kata Lukita, Batam menjadi satu-satunya kawasan yang memiliki bandara dan pelabuhan yang jaraknya cukup dekat. "Ini yang menjadi kelebihan kita untuk membangun pusat logistik di Batam. Batam sekaligus akan menjadi pusat distribusinya ke berbagai wilayah di Tanah Air," ungkap Lukita.


(Kiri ke kanan) Deputi 5 BP Batam Bambang Purwanto, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menpan-RB Asman Abnur, dan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat konferensi pers di Hotel Best Western, Panbil, Kota Batam, Sabtu, 9 Desember 2017, malam. Foto: Medcom.id/Anwar Sadat Guna


Infrastruktur dan teknologi akan terus dikembangkan untuk mewujudkan rencana tersebut. Selain pusat logistik, BP Batam juga mulai fokus mendorong agar investor yang menanamkan modalnya di Batam menerapkan teknologi terkini dalam menjalankan usahanya

Perlahan namun pasti, tambah Lukita, ekonomi Batam mulai menggeliat. Beberapa investor mulai masuk, sektor oil dan gas yang mulai pada posisi stabil, dan industri galangan kapal atau shipyard juga sudah mulai bergairah "Industri shipyard sudah mulai mendapatkan (order) pesanan dari luar," ujarnya.  

(Baca: Kinerja BP Batam Tingkatkan Investasi)

Di luar itu, tambah Lukita, sektor pariwisata juga mulai menjadi fokus BP Batam. Sebagai wilayah kepulauan, Batam punya potensi besar menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman). Destinasi-destinasi wisata, tambahnya, akan dikelola dengan baik.

"Pulau Batam punya sejumlah destinasi wisata. Batam juga dikelilingi pulau-pulau kecil yang indah dan punya daya tarik wisata. Ini harus bisa dikelola dengan baik. Kita ketahui bersama bahwa pariwisata saat ini menjadi penyumbang devisa terbesar setelah kelapa sawit," jelasnya.

Memangkas perizinan

Menpan-RB Asman Abnur menambahkan, sebagai kawasan tujuan investasi, segala pelayanan perizinan di Batam harus dipermudah. Waktu pengurusan perizinan bagi investor juga harus dipercepat. Pelayanan perizinan, kata Asman, menjadi kunci agar investor merasa nyaman berinvestasi di Batam.

"Saya ingin tegaskan lagi bahwa mental aparatur kita harus dirubah. Bukan lagi berorientasi pada kekuasaan, tetapi pada pelayanan. Ini harus di-camkan karena Presiden RI sudah menegaskan agar pelayanan menjadi prioritas utama. Segala proses perizinan kepada masyarakat dan pelaku usaha harus dipermudah," ujarnya.

Sekadar diketahui, iven Barelang Bridge Marathon 2017 diikuti sekira 1.200 peserta. Sebanyak 19 negara, baik Asia, Eropa, dan Amerika turut andil dalam iven berskala internasional ini. Rute yang ditempuh yakni di kawasan Jembatan Barelang yang menjadi salah satu kawasan wisata ternama di Batam.

(Baca: Tantangan Memosisikan Batam di Tengah Gejolak Geoekonomi Global)


(SUR)