Harga Daging Ayam di Tanjungpinang Melejit

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 25 Jul 2018 19:54 WIB
pangan
Harga Daging Ayam di Tanjungpinang Melejit
Warga membeli daging ayam di Pasar Botania II Kota Batam, Rabu, 25 Juli 2018. Dalam beberapa hari terakhir harga daging ayam melonjak. Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Kenaikan harga telur ayam di Batam beberapa hari terakhir diikuti kenaikan harga daging ayam. Harga  daging ayam di Batam saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogramdari sebelumnya di kisaran Rp35 ribu-Rp38 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga tersebut sudah terasa sejak sepekan terakhir. Bahkan pada Lebaran lalu harga daging ayam berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

"Sudah hampir seminggu ini harga ayam melonjak, bang," ujar Ilham, pedagang ayam di Pasar Botania II Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu, 25 Juli 2018.

Kenaikan dipicu oleh berkurangnya persediaan ayam potong di tingkat peternak. Akibatnya, setiap pedagang diberi kuota jumlah ayam yang boleh dipesan.

"Jumlah ayam yang kami pesan ke peternak kini dibatasi, karena persediaan (jumlah ayam potong) mereka tidak banyak," ujar Ilham.

Ilham yang biasanya memesan 200 ekor per hari, kini dibatasi hanya  100 ekor per hari. Itu pun dia harus memesan ke dua peternak. Belum lagi kenaikan harga pakan ternak juga memicu tingginya harga ayam saat ini.

"Harga pakan ternak yang naik juga memicu harga daging ayam melonjak. Belum lagi ongkos transportasi," ujarnya. Juliana, pedagang lainnya mengaku ikut merasakan dampak kenaikan harga ayam. Ayam potong yang dipesannya juga dibatasi, tidak sebanyak dulu lagi.

"Peternaknya sendiri juga kewalahan karena harga bibit atau anak ayam juga melonjak," ujar wanita yang sehari-hari berjualan di Pasar Botania II Batam ini.

Dia menjual harga daging ayam Rp40 ribu per kilogram. Pada Lebaran lalu, Juliana masih menjual seharga Rp38 ribu per kilogram.

Peternak pusing

Yudi, peternak ayam di Kota Tanjungpinang mengakui bahwa harga daging ayam saat ini mengalami kenaikan. Harga daging ayam di Tanjungpinang bahkan lebih mahal. "Di sini (Tanjungpinang) harganya mencapai Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram," ujarnya.

Sebagai wilayah kepulauan, semua kebutuhan peternak didatangkan dari luar Kota Tanjungpinang. Seperti pakan dan bibit ayam didatangkan dari Batam, Pekanbaru, dan Medan.

"Kenaikannya salah satunya dipicu oleh kurangnya persediaan ayam ternak di tingkat peternak. Belum lagi harga bibit anak ayam juga naik. Dari Rp8.000 per ekor, kini naik menjadi Rp9.000 per ekor," ujarnya.

Belum lagi, harga pakan ternak mengalami kenaikan karena didatangkan dari luar Tanjungpinang. Mau tidak mau ongkos transportasi juga memicu tingginya harga daging ayam saat ini.

"Belum dapat dipastikan kapan harganya stabil, karena persediaan ayam ternak memang lagi menipis di tingkat peternak," ujarnya.

 


(SUR)