Batam Dinilai Cocok Jadi Pasar Wisatawan asal Singapura

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 10 Dec 2018 19:25 WIB
pariwisata
Batam Dinilai Cocok Jadi Pasar Wisatawan asal Singapura
Kawasan wisata di Barelang di Kota Batam, MI - Hendri Kremer

Batam: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memasukkan Batam International Culture Carnival (BICC) dalam 100 Calender of Event (CoE) yang akan diselenggarakan Kemenpar. Even ini diharapkan menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura, masuk ke Indonesia, khususnya Batam.

Esthy Reko Astuti, Ketua CoE Kemenpar mengatakan, event BICC punya peluang berkembang pesat sebagai destinasi wisata di wilayah perbatasan. 

"Kami tetapkan sebagai Calender of Event karena di sini (Batam) punya kekuatan besar masuknya wisatawan dari Singapura. Seperti kita ketahui, Kepri atau Batam adalah lokasi yang cocok untuk menarik wisatawan hub Singapura," ujar Esthy Reko Astuti, Minggu, 9 Desember 2018. Kehadiran Esthy di Batam untuk menyaksikan perhelatan BICC yang digelar selama dua hari yakni, 8-9 Desember 2018. 

Esthy mengatakan, secara wilayah, Batam sangat seksi bagi wisatawan mancanegara. Kehadiran even BICC, salah satunya untuk menarik sebanyak-banyaknya wisman datang ke Batam. Sebab di pariwisata, kata Esthy, salah satu faktor yang penting adalah proximity atau kedekatan, baik jarak maupun budaya.

"Maka, Singapura menjadi target market yang ideal bagi event BICC," ungkapnya. 

Terlebih, menurut dia, bukan hanya warga Singapura yang bisa dijaring, ekspatriat yang bekerja di negeri Singa itu juga masuk dalam target, baik dari China, Taiwan, Jepang, India, maupun negara lain di dunia. Dikatakan Esthy, tingginya kunjungan wisatawan asal Singapura juga terlihat dari data Kemenpar, yakni 70 persen wisman masuk melalui Kepri.

"Sedangkan 30 persennya masuk ke destinasi lain. Oleh karena itu, Singapura menjadi market yang strategis buat event ini, karena Singapura sudah menjadi hub (penghubung) bagi negara lain," ungkap Esthy.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural ini menjelaskan, pasar Singapura memang sangat menggoda buat Indonesia. Estimasi jumlah orang asing yang masuk via bandara Singapura atau Hub Singapura selama 12 bulan terakhir mencapai 12 juta pengunjung. 

Rinciannya, 32% dari ASEAN minus Indonesia, 22% dari China-Hong Kong, 17% dari Asia-Pasifik, 14% dari Asia Tengah, MEA, Afrika, dan sisanya dari Eropa dan Australia.

"Sementara wisman ke Indonesia yang transit di bandara Singapura jumlahnya tidak sampai 700 ribu. Artinya, peluang kita untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih terbuka luas, kita bisa boyong wisatawan dari Singapura ke Kepri ini. BICC diharapkan menjadi agenda yang ditunggu-tunggu mereka," tambah Esthy.


(RRN)