Konsumsi BBM Warga Sumut Meningkat meski Harga Naik

Budi Warsito    •    Jumat, 10 Feb 2017 20:29 WIB
kenaikan harga bbm
Konsumsi BBM Warga Sumut Meningkat meski Harga Naik
Foto ilustrasi. (Ant/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Medan: Pada 5 Januari 2017, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Series, Pertalite dan Dex, sebesar Rp300 per liter. 

Namun, konsumsi BBM masyarakat Sumatera Utara justru meningkat, sebulan setelah kenaikan harga. Ini tercermin dari penjualan Pertamax 4.370 kiloliter (kl) per bulan. Jumlah tersebut meningkat dari periode sebelum harga dinaikkan, yang hanya 4.323 kl/bulan.

Staf Humas PT Pertamina Sumbagut Arya Yusa Dwicandra mengatakan, pertambahan penyaluran terbesar terjadi pada bahan bakar jenis Pertalite, mencapai 16.450 kl. Ini meningkat dari sebelumnya 16.500 kl. 

“Penurunan justru terjadi pada penyaluran bahan bakar jenis Premium. Meski harga Premium tidak naik, namun penyalurannya turun drastis dari 23.100 kl pada akhir tahun 2016 (sebelum kenaikan BBM non subsidi) menjadi 22.400 kl pada saat ini," jelas Arya, Jumat, 10 Februari 2017. 

"Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin cerdas dalam memilih bbm yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Gunawan Bendjamin mengatakan, data penyaluran BBM yang dirilis PT Pertamina boleh jadi menggambarkan pola konsumsi masyarakat semakin boros. 

Bisa juga data Pertamina meproyeksikan peralihan konsumsi dari BBM subsidi ke nonsubsidi. 

Akan tetapi menurut Gunawan, perlu pula dilihat penyebab peralihan konsumsi tersebut. Karena selama ini banyak juga masyarakat yang akhirnya terpaksa beralih ke BBM nonsubsidi karena sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. 

“Tapi saya pikir masih terlalu dini untuk menyimpulkan itu (konsumsi boros). Karena pola peralihan konsumsi itu masih berlangsung singkat. Saya masih lebih percaya kalau pemborosan itu terjadi lebih karena masalah di SPBU-nya (tidak lagi menyalurkan bbm bersubsidi),” tandasnya.


(SAN)