BP Batam Hati-hati Datangkan Investor

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 14 Apr 2017 11:06 WIB
investasi di batam
BP Batam Hati-hati Datangkan Investor
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro (tengah) -- ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Batam: Minimnya lahan investasi, menjadikan Badan Pengusahaan (BP) Batam berhati-hati mendatangkan investor. Saat ini, lahan investasi yang tersisa di Pulau Batam hanya 780 hektare.

"Lahan yang tersisa itu dikelola BP Batam dan belum pernah dialokasikan ke siapacpun," Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro usai peletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Bengkong, Sadai, Batam, Riau, Kamis, 13 April 2017.

Hatanto menjelaskan, 780 hektare tersebut diperoleh dari hasil pengukuran yang dilakukan tim BP Batam. Pendataan juga disinkronkan dengan data base pengalokasian lahan di Batam.

Menurut Hatanto, BP Batam belum berniat mengalokasikan lahan tersebut dalam waktu dekat karena baru selesai didata. "Kami data dulu seluluruhnya, karena lahan tersebut berada di beberapa wilayah si Batam," ujarnya.

Seluruh data lahan akan dihimpun dalam data base di bagian Direktorat Lahan BP Batam. Di luar angka 780 hektare, BP Batam saat ini dihadapkan pada permasalahan lahan tidur atau lahan yang tidak dikelola pihak yang sudah mendapatkan pengalokasian.

Jumlah lahan tidur di Batam, lanjut Hatanto, mencapai 7.600 hektare. Naik 400 hektare dari sebelumnya 7.200 hektare.

Lahan-lahan tersebut, ungkap Hatanto, dimiliki sekira 2.000 perusahaan di Batam. "Ada beberapa yang sudah kita cabut pengalokasiannya. Kami juga memanggil pihak perusahaan untuk menanyakan komitmennya, apakah ingin membangun lahan tersebut atau tidak," ujarnya.

Hatanto mengakui, banyak perusahaan berkomitmen membangun lahannya. Namun, tetap akan dipantau. Jika ternyata lahan tersebut tidak dibangun, BP Batam berhak mencabut pengalokasiannya.

Sebelumnya, BP Batam telah mencabut pengalokasian lahan terhadap delapan perusahaan di Batam. Total lahan yang dicabut mencapai 200 hektare.

"Beri kami kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan (lahan) ini. Kami tak bisa menjanjikan kapan targetnya selesai karena permasalahannya tidak mudah," pungkas Hatanto.


(NIN)