Belum Semua Merek Gula Pasir dan Minyak Goreng Menerapkan HET

Alwi Alim    •    Jumat, 14 Apr 2017 17:10 WIB
perdagangan
Belum Semua Merek Gula Pasir dan Minyak Goreng Menerapkan HET
Spanduk yang dipasang pihak Carefour dalam penerapan HET -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Kementrian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan peraturan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk semua daerah. Namun, HET di lapangan hanya diterapkan untuk merek tertentu.

"Ya, kayaknya merk tertentu saja yang diberlakukan HET," kata Customer Service  (CS) Coordinator Carefour Palembang Ayu Rizki Afriyani kepada Metrotvnews.com, Jumat, 14 April 2017.

Ayu mengaku tak tahu alasannya belum seluruh merek menerapkan HET. Namun, merek yang sudah menerapkan HET lebih banyak dibandikan yang belum.

"Saya tidak ingat merek apa saja yang belum menerapkan HET, serta selisih harga dengan HET yang ditetapkan," terang Ayu.

Menurut Ayu, pihaknya mulai menerapkan HET sejak kebijakan tersebut diberlakukan, yaitu 10 April 2017. Saat itu, langsung dipasang spanduk berisi harga tiga komoditas yang diatur dalam HET, yaitu gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi beku.

"Kami berharap masyarakat mengetahui harga yang kami jual dengan memasang spanduk ini," katanya.

HET yang ditetapkan, yaitu gula pasir Rp12.500 per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per liter, dan daging sapi beku Rp80 ribu per kilogram. Ketentuan itu berlaku mulai Senin 10 April 2017.

(Baca: Mendag Pastikan Kestabilan Harga 3 Komoditas)

Untuk sementara, HET hanya berlaku untuk toko ritel modern. Kebijakan ini dinilai akan efektif menekan harga di pasar.

Namun, sejumlah pedagang di pasar tradisional sudah mulai mengikuti HET. Salah satunya di Pasar 26 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan.

"Saya tidak tahu mereknya apa, tapi harga (HET) ini memang hampir menyeluruh sudah diterapkan di Pasar 26 Ilir," kata Adji.

Adji mengaku, menjual minyak goreng dan gula pasir sesuai HET karena mendapat harga lebih murah saat membeli. "Biasanya memang ada sales yang datang ke toko untuk menjual komoditas tersebut. Jadi saya beli sama sales itu," terangnya.

Harga saat ini, lanjut Adji, diakui lebih murah dibanding dua minggu lalu. Sebelum HET berlaku, harga gula pasir mencapai Rp13.500 per kilogram dan minyak goreng Rp13 ribu per kilogram.

"Semoga ke depan harga ini tidak mengalami perubahan," harapnya.

Elda Inayah, pembeli di Pasar 26 Ilir, menyambut gembira dengan adanya aturan HET. Menurutnya, peraturan pemerintah ini sangat baik agar tidak memberatkan masyarakat membeli tiga komoditas yang ditentukan.

"Semoga ke depan akan ada komoditas lain yang ditetapkan HET-nya," singkatnya.


(NIN)