Mensos: E-Warung Menjamur Tahun Depan

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 14 Sep 2016 18:35 WIB
kebutuhan pokok
Mensos: E-Warung Menjamur Tahun Depan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Foto:Antara/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Batam: Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan mampu mendirikan sebanyak 3.000 warung gotong royong atau e-Warung Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) di seluruh wilayah Indonesia hingga tahun depan. 

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan e-Warung sudah tersebar di 18 kabupaten/kota di Indonesia. Tahun depan, Kemensos akan menguji coba program ini di 44 kota lainnya. 

"Untuk akhir tahun ini, kami menargetkan jumlah e-Warung sebanyak 300 unit," kata Khofifah dalam kunjungan kerjanya ke Kepri, Sabtu-Minggu, 10-11 September 2016. 

Dalam kunjungannya bersama jajaran BRI, Khofifah menyerahkan bantuan sosial (bansos) nontunai kepada puluhan masyarakat di dua wilayah yakni Batam dan Tanjungbalai Karimun. Mensos menambahkan satu unit e-Warung dapat melayani sekira 1.000 penerima beras sejahtera (rastra). 

"Bulan (September) ini sudah banyak proposal yang masuk untuk pengembangan, misalnya Semarang yang tadinya hanya satu e-Warung akan ditambah menjadi 15 unit," ujarnya. 

Khofifah mengungkapkan, pemerintah bersinergi dengan Perum Bulog sebagai penyedia logistik dalam menyelenggarakan program ini. Sedangkan BRI untuk proses keagenannya, termasuk menyediakan kartu yang akan digunakan warga untuk menerima bantuan dan dapat juga digunakan untuk bertransaksi di ATM BRI. 

Khofifah mengatakan wilayah Kepri yang terdiri dari berbagai pulau bukan penghalang bagi kementeriannya meluncurkan program e-Warung, apalagi BRI menyatakan mendukung segi teknologi. 

"Satelit milik BRI kini mampu menjangkau setiap desa, tak terkecuali Batam dan Tanjungbalai Karimun, apalagi jaringan internetnya bagus sehingga memudahkan kami meluncurkan program ini di Kepri," kata dia.

Dijelaskan Khofifah, kartu yang disediakan oleh BRI merupakan kartu multifungsi. Selain untuk akses penukaran bahan pangan dari Kemensos, kartu ini juga dapat digunakan di e-Warung untuk menerima bansos dari Pemprov Kepri. 

"Bisa juga untuk menerima beras miskin (raskin), subsidi gas elpiji, pupuk bersubsidi, dan lainnya. Kartu ini dinamai Kartu Bisa karena dia multifungsi," ujarnya. 

Kota Batam dan Tanjungbalai Karimun menjadi kota kelima dan keenam peluncuran program ini setelah Makassar (Sulsel), Padang (Sumbar), Palembang (Sumsel), dan Lampung (Provinsi Lampung). 

Dalam peluncuran program e-Warung di Kota Batam, BRI turut meluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)-BRI yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Kelembagaan BRI Kuswiyoto kepada 50 warga yang merupakan perwakilan masyarakat setempat.


(UWA)