Batam Dikembangkan Jadi Pusat Logistik Nasional

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 11 Oct 2018 10:48 WIB
logistik
Batam Dikembangkan Jadi Pusat Logistik Nasional
Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor BP Batam, Rabu, 10 Oktober 2018, Medcom.id - Anwar Sadat Guna

Batam: Konsep pengembangan Batam sebagai pusat logistik nasional mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 10 Oktober 2018. Batam juga diwacanakan sebagai pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pertemuan tersebut membahas soal realisasi pelaksanaan kegiatan dan program pembangunan di kota itu. BP Batam, kata Lukita, memiliki beberapa prorgam yang tengah dalam pengerjaan.

Misalnya pengembangan dermaga curah cair Kabil, pengembangan gedung dan fasilitas pelayanan kesehatan RSBP Batam, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP). 

"Termasuk rencana pembangunan jalan kolektor di enam kawasan industri di Batam," ujar Lukita.

Ia menyampaikan pada triwulan II/2018 perekonomian Kepri yang ditopang oleh perekonomian Batam secara gradual sudah mulai menunjukkan peningkatan hingga mencapai 4,51 persen. Bila dibandingkan pada triwulan yang sama pada tahun 2017 ekonomi Kepri melemah di angka terendah sebesar 1,06 persen.

"Diharapkan peningkatan ini akan terus menguat sehingga perekonomian mampu tumbuh di atas 5% sehingga target pertumbuhan minimal 5% pada 2018 bisa terwujud," ungkapnya.

Rancang bangun konsep pengembangan Batam sebagai pusat logistik nasional dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia juga menjadi bahasan menarik dalam kunjungan kerja spesifik kali ini. 

Batam memiliki posisi strategis terletak di tepi selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan tersibuk kedua di dunia. Dalam setahun terdapat lebih dari 60 ribu kapal melintasi Selat Malaka, hampir tiga kali terusan Panama dan lebih dari dua kali lipat dari terusan Suez.

Ditambahkan Lukita, dengan memaksimalkan potensi kedekatan Bandara Hang Nadim Batam dengan Pelabuhan Kabil untuk menjadi pusat e-commerce, pusat hub logistik, dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia, maka Batam akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang sangat besar di pasar Asia Pasifik.

"Rancang bangun konsep Batam sebagai hub logistik akan menghubungkan Bandara Hang Nadim dengan pelabuhan dalam satu kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat pusat bisnis, seperti kargo, logistik, strorage produk, pusat perbaikan pesawat, dan kawasan industri," papar Lukita.

Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno mengatakan, peran strategis Batam sebagai daerah terdepan Indonesia telah dibungkus secara apik dengan inisiatif BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai kawasan logistik nasional atau hub logistik di Pasar Asia.

Hal itu dapat dicapai dengan memanfaatkan keunggulan komparatif Bandara Hang Nadim dengan pelabuhan dan kawasan industri yang posisinya berdekatan dan merupakan satu-satunya di Indonesia. 

Potensi ini, menurut Teguh, apabila didukung dengan dukungan konkrit dari pemerintah akan menjadi sumber pendapatan yang luar biasa tidak hanya bagi Batam, melainkan untuk nasional.
 
“Saat ini adalah era e-commerce, kalau itu logistiknya bisa ada di Batam dan industri pesawat terbesar ada di sini, apabila itu sama-sama kita wujudkan maka akan menjadi sumber ekonomi yang luar biasa,” tutur Teguh.

Komisi VI DPR RI akan memberikan dukungan terhadap konsep pengembangan Batam ke depan. "Sebagaimana cita-cita awal Habibie, maka kita wajib mengembalikan “ruh” itu kembali,” imbuhnya.

Dia menambahhkan, ke depan harus diadakan rapat bersama untuk menyelesaikan hambatan perizinan di wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam yang masih terkendala kaitanya dengan regulasi perizinan dari kementerian terkait.

Sejumlah kendala yang berkaitan dengan komponen perizinan dan konsep pengembangan Bandara Hang Nadim dan infrastruktur pelabuhan di Batam akan menjadi bahan laporan bagi Komisi VI DPR RI sebagai rekomendasi arah kebijakan Batam ke depan.



(RRN)