Aceh Larang Perayaan Hari Valentine

Al Abrar    •    Selasa, 13 Feb 2018 20:56 WIB
valentine
Aceh Larang Perayaan Hari Valentine
Pekerja membuat bantal berbentuk hati di Kagokan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/2). Menjelang Hari Valentine atau hari kasih sayang, perajin setempat mampu menjual 500 bantal dalam sehari. Bantal-bantal tersebut dijual dengan harga Rp30.000 ribu h

Banda Aceh: Pemerintah Provinsi Aceh melarang perayaan hari Valentine di wilayahnya. Itu lantaran perayaan Valentine tidak sesuai dengan budaya dan bertentangan dengan syariat Islam.

"Hari Valentine merupakan budaya yang tidak sesuai dengan Aceh dan Syariat Islam," kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam siaran persnya seperti dikutip Antara, Selasa, 13 Februari 2018.

Pernyataan itu disampaikan Irwandi menanggapi adanya pemberitaan yang seakan-akan dirinya membolehkan perayaan Valentine di Aceh saat dirinya diwawancarai wartawan di depan istana Wakil Presiden di Jakarta.

Menurut Irwandi saat itu dia sedang menjawab beberapa pertanyaan termasuk soal investasi, agenda bertemu Wapres, pelarangan waria dan larangan perayaan tahun baru.

"Saya berpikir pertanyaan tersebut bukan soal Valentine, karena ramainya wartawan, pertanyaan kurang jelas terdengar," jelasnya.

Ia mengatakan kalau ia mengetahui pertanyaan saat itu tentang hari Valentine pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut Gubernur Aceh Larang Perayaan Valentine.

Ia menambahkan, jika dia mengetahui pertanyaan saat itu tentang Valentine pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut dirinya berbicara secara normatif saja.

Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata menambahkan, dari hasil koordinasi dengan sejumlah pejabat yang ikut mendampingi Gubernur Aceh, Wira mengatakan Gubernur tidak menjawab secara spesifik terhadap pertanyaan tersebut karena banyak wartawan yang bertanya saat itu.

"Gubernur tidak menyebutkan demikian, logika seorang Gubernur Aceh yang merupakan provinsi menerapkan syariat Islam tidak masuk diakal akan memberikan hari Valentine," katanya.


(ALB)