Massa Menuntut Aung San Suu Kyi Diseret ke Mahkamah Internasional

Farida Noris    •    Jumat, 08 Sep 2017 19:26 WIB
rohingya
Massa Menuntut Aung San Suu Kyi Diseret ke Mahkamah Internasional
Polisi berjaga di depan Vihara Borobudur, Medan, Sumatera Utara -- MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Ribuan warga Medan menggelar aksi terkait pembantaian muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Mereka menuntut Presiden Myanmar Aung San Suu Kyi dan pemuka Buddha di Myanmar Biksu Ashin WirathuBiksu Wirathu diseret ke Mahkamah Internasional.

"Keduanya adalah orang yang paling bertanggungjawab atas tindakan genosida etnis Rohingya di Myanmar," kata Kordinator Solidaritas Ormas Islam Untuk Umat Tertindas (Somasi Ummat) Indra Buana di depan Vihara Borobudur, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sumatera Utara, Jumat 8 September 2017.

Indra mengatakan, tragedi yang terjadi di Rakhine termasuk pelanggaran HAM beratt. Pemerintah Myanmar diminta membuka akses bantuan kemanusiaan agar bisa masuk ke Rakhine.

"Kami minta pemerintah Indonesia untuk mengusir Dubes Myanmar dan menutup perwakilan Indonesia di Myanmar," sebut Indra.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian. Ada 1.700 polisi disiagakan untuk mengamankan aksi.

"Seluruh personel disiagakan di jalan menuju vihara serta di 11 titik lain. Untuk mengamankan vihara, polisi membangun kawat duri di badan jalan menuju vihara serta barikade personel polisi," kata Kasat Intel Polrestabes Medan AKBP B. Siallagan.


(NIN)