Pungutan Seragam SD di Pekanbaru Capai Rp1 Juta

   •    Kamis, 13 Jul 2017 19:49 WIB
pendidikan
Pungutan Seragam SD di Pekanbaru Capai Rp1 Juta
lustrasi: Siswa SD --Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya--

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sejumlah orangtua di Kota Pekanbaru mengeluhkan adanya pungutan wajib untuk pakaian seragam sebesar Rp1 juta di sekolah dasar negeri bagi setiap murid baru.

"Anak saya kemaren diminta bayar Rp1 juta oleh SDN 110 Jalan Purwodadi untuk bayar uang seragam begitu diterima," kata salah seorang wali murid yang tidak bersedia disebutkan namanya di Pekanbaru, Kamis 13 Juli 2017.

Ia sebenarnya keberatan dengan harga seragam yang ditetapkan di SDN 110 di daerah Purwodadi Kota Pekanbaru, karena jauh lebih mahal ketimbang harga di pasar. Namun karena khawatir kalau tidak membayar akan berdampak kepada anaknya nanti, maka ia terpaksa menuruti aturan sekolah.

"Sebenarnya kami orangtua tidak setuju,tetapi mau gimana lagi demi anak sekolah," ujarnya pasrah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari para orangtua uang seragam Rp1 juta tersebut untuk lima pasang pakaian, yakni merah putih, pramuka, batik, melayu dan olah raga. Kutipan seragam sekolah itu sudah berlangsung lama, karena pada tahun sebelumnya juga siswa baru diwajibkan membayar sekitar Rp900 ribu.

Sementara informasinya harga rata-rata satu pasang pakaian anak SD tersebut di Pasar hanya Rp60.000. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan adanya kebijakan uang seragam yang ditetapkan sekolah saat awal tahun ajaran baru.

Karena menurut dia pihaknya sudah mengingatkan pihak sekolah untuk tidak membicarakan atau membahas uang kutipan apapun baik seragam maupun lainnya saat awal masuk sekolah.

"Kami sudah imbau agar itu baru dibicarakan setelah proses belajar mengajar berlangsung dua bulan atau Agustus mendatang," katanya tegas.

Diakuinya para orangtua sudah ada yang mengeluhkan juga, dan ini sudah dilaporkan kepada Walikota Pekanbaru. Biar masuk nanti rapat dengan orangtua yang memutuskan setelah dua bulan proses belajar mengajar berjalan. 

Dimana akan diberi dua opsi bagi murid yang mau beli seragam di sekolah silakan. Bagi yang mau buat sendiri juga dipersilakan.

"Karena seragam bukan tugas guru, mereka hanya mengajar tidak boleh ada jual beli apapun," tegasnya.

Ia berjanji akan mengecek langsung keluhan orangtua ini ke kepala sekolah SDN 110 Jalan Purwodadi. "Saya akan ingatkan, kemarin ada kepala sekolah yang terbukti begitu sudah saya Plt kan," tegasnya. (Antara)



(ALB)