Satelit Pantau 14 Titik Api di Riau

Antara    •    Rabu, 14 Sep 2016 11:54 WIB
kebakaran hutan
Satelit Pantau 14 Titik Api di Riau
Ilustrasi--Pemadaman kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 13 September 2016 (Foto: Ant/Rony Muharrman)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memantau 14 titik api di daratan Provinsi Riau. Tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan mencapai level 70 persen.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi mengatakan, jumlah titik api itu tersebar di empat kabupaten di Riau. Di antaranya tujuh titik api di Kabupaten Rokan Hilir.

"Rokan Hulu 4 titik api yang tersebar di Pendalian IV Koto dua titik, Rokan IV Koto satu titik, dan Tandun satu titik. Pelalawan dua titik di Langgam dan Indragiri Hulu satu titik di Batang Cenaku," kata Slamet Riyadi di Pekanbaru, Riau, Rabu (14/9/2016).

Slamet mengatakan, 14 titik api itu merupakan bagian dari 29 titik panas di Riau yang terpantau satelit. Titik api itu tersebar di tujuh kabupaten dan paling banyak terdapat di Kabupaten Rokan Hilir.

Sementara di Kabupaten Pelalawan ada lima titik, Rokan Hulu ada empat titik, Kuantan Singingi ada tiga titik, Indragiri Hulu dua titik, Kampar dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik.

Namun secara keseluruhan di Sumatera, lanjut dia, satelit mendeteksi 96 titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran di atas 50 persen. Titik api itu tersebar di delapan provinsi di Sumatera.

Selain Riau, ada 25 titik panas di Sumatera Selatan, 18 titik panas di Sumatera Barat, delapan titik panas di Lampung, tujuh titik di Jambi, Bangka Belitung dan Bengkulu masing-masing menyumbang empat titik, serta satu titik di Sumatera Utara.

"Ini (sebaran) titik panas berdasarkan rilis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan sensor modis pada citra satelit milik NASA yakni Aqua dan Terra pagi ini," kata dia.

Tim Udara Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau terus mengupayakan pemadaman karhutla. Tim mengerahkan lima unit helikopter dalam operasi pengeboman air di sejumlah kabupaten yang terpantau titik api.

"Fokus pemadaman adalah Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir," kata anggota tim udara Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Mayor Ferry Duwantoro.

Khusus di Kabupaten Kampar, tiga helikopter sedari pagi silih berganti memadamkan api. Tiga helikopter jenis MI-171, MI-171, dan Siksorsky itu memadamkan api di kawasan Rimbo Panjang dan Koto Kampar. Wilayah itu sejak akhir pekan lalu terus terbakar.

Sementara heli jenis MI-8 fokus memadamkan api di area hutan lindung Bukit Suligi. Pemadaman di hutan lindung Bukit Suligi, diperkuat dengan MI-171 dan MI-172 yang sebelumnya operasi waterbombing di Kampar.

Selain wilayah Kampar dan Rokan Hulu, pengeboman air juga dilakukan di wilayah Rokan Hilir. Terpantau titik api di wilayah itu terus meluas sejak pertama kali terdeteksi adanya kebakaran pada akhir pekan lalu.

"Pengeboman air di Rokan Hilir menggunakan MI-8 dan pesawat air traktor. Area pemadaman di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih," ujar dia.


(TTD)