Sidang Mahasiswa Pembunuh Dosen Ricuh, Keluarga Kejar Terdakwa

Farida Noris    •    Kamis, 06 Oct 2016 19:26 WIB
pembunuhan
Sidang Mahasiswa Pembunuh Dosen Ricuh, Keluarga Kejar Terdakwa
Roymardo Sah, mahasiswa pembunuh dosen UMSU saat menjalani sidang. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Persidangan Roymardo Sah, mahasiswa pembunuh dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nur Ain Lubis, berakhir ricuh, Kamis 6 Oktober 2016. Keluarga korban mengamuk di ruang sidang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan dan berusaha memukuli terdakwa.

Persidangan dengan agenda pembacaan eksepsi atas dakwaan JPU itu awalnya berjalan normal. Sejumlah keluarga korban menunggu di dalam ruang sidang. Namun, setelah sidang ditutup oleh ketua majelis hakim Sontan Merauke, keluarga korban berusaha menarik terdakwa.

"Kau bunuh ibuku ya. Dibunuh harusnya kau. Dasar kau binatang," ucap Namira putri korban, di dalam ruang sidang.

Sejumlah pengawal tahanan lantas berusaha melerai. Hakim ketua meminta terdakwa dibawa ke ruang tahanan sementara. Ketika terdakwa diboyong ke luar ruang sidang, keluarga korban kembali mengejar terdakwa. Mereka melayangkan pukulan ke arah wajah Roymardo. 

"Kurang ajar kau ya. Tak beriman kau. Kau bunuh kakakku. Binatang kau. Di mana peri kemanuasiaanmu," kata Nuraini, adik korban.

Keluarga korban lantas berteriak mengejar terdakwa. Mereka semakin histeris ketika melihat terdakwa diamankan ke ruang tahanan. Bahkan, Namira, anak korban, langsung pingsan. 

"Urat nadi kakakku putus dibuatnya. Begitu pun masih dibela (pengacara) dia," kata Nuraini berlinang air mata.



Zuhwahardi keponakan korban berharap terdakwa dihukum mati. "Kita minta terdakwa dihukum mati sesuai perbuatan dia," ujarnya.

Sementara itu, Roymardo Sah terus menangis saat ditanyai wartawan. Pria berusia 20 tahun itu mengaku perbuatannya di luar kesadaran. Dia juga berharap agar majelis hakim menjatuhi hukuman ringan.

"Gak sadar aku buat itu, semua di luar kesadaranku. Tolonglah supaya diringankan hukumanku. Sejak kejadian itu, orang tua tidak ada yang datang (menjenguk), cuma saudara," kata Roymardo.

Dalam kasus ini, Roymardo diancam hukuman mati karena secara terencana menghabisi nyawa korban. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Senin 2 Mei 2016 sekira pukul 15.47 WIB di dalam kamar mandi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMSU di Jalan Muchtar Basri Kecamatan Medan Timur Kota Medan. 

Terdakwa membenci korban karena selalu memarahinya saat sedang mengajar. Tak hanya itu, korban juga sering mengancam akan memberi nilai jelek.


(UWA)