Pengungsi Rohingya Bersyukur Tinggal di Penampungan

Budi Warsito    •    Rabu, 23 Nov 2016 19:57 WIB
rohingya
Pengungsi Rohingya Bersyukur Tinggal di Penampungan
Pengungsi Rohingya yang ditampung di Aceh (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Medan: Para pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar bersyukur bisa tinggal di penampungan di Aceh dan Medan. Abu Kalam, 20, salah satu pengungsi, mengaku sudah hidup tenang selama dua tahun di penampungan.

Walaupun tak banyak hal yang dia lakukan, Abu merasa bersyukur karena masih ada yang mau menampung dia. "Aku dua tahun di Aceh. Di Medan ini baru satu bulan. Aku ikut interview untuk ke Amerika," ujar Abu, menggunakan Bahasa Indonesia, Rabu (23/11/2016).

Selama di penampungan, ia banyak bercengkerama dengan istri dan rekan-rekannya. Dia juga belajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan menghitung. Semua diajarkan oleh pengajar dari Organisasi Internastional untuk Migrasi (IOM). Anak-anak mereka banyak menghabiskan waktu dengan bermain dan mengaji.

Untuk konsumsi, setiap hari mereka juga mendapatkan jatah. "Aku bersyukur orang Indonesia mau bantu. Aku terima kasih sama semua orang yang bantu. Presiden Indonesia sudah baik mau bantu," ujarnya.

Ia berharap bisa dikirim ke Amerika Serikat sebagai negara ketiganya. Ia pun siap untuk bekerja dan belajar untuk mendapatkan penghasilan agar bisa membantu keluarganya yang tersisa.

Selain berbincang, beberapa dari para pengungsi tersebut terlihat asyik bermain ponsel. Beberapa dari mereka pun menelepon sanak saudaranya yang telah pindah ke negara ketiga dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kepala Sub Pengawasan Orang Asing Imigrasi Polonia  Medan, Torang Pardosi, mengatakan beberapa kali sanak saudara mereka yang telah berada di negara ketiga datang menjenguk.

"Mereka yang sudah dikirim ke negara ketiga, sudah bekerja dan sekolah. Mereka datang untuk menjenguk dan bantu saudaranya yang masih di sini " ujarnya.

Torang menjelaskan, selama di penampungan, IOM memberikan fasilitas bagi para pengungsi Myanmar ini. Seperti makan, pengobatan, dan fasilitas lain. Sementara pihaknya membantu mengawasi.

Para pengungsi ini tidak dibiarkan berkeliaran secara bebas oleh IOM. Mereka hanya diperbolehkan beraktivitas di dalam penampungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


(UWA)