IAH Pamit Perbaiki Laptop Sebelum Ledakkan Bom

Farida Noris    •    Kamis, 01 Sep 2016 16:16 WIB
bom bunuh diri
IAH Pamit Perbaiki Laptop Sebelum Ledakkan Bom
Orang tua IAH saat meminta maaf di DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan, Kamis (1/9/2016). Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Aksi percobaan bom bunuh diri di Gereja St Yosep Medan yang dilakukan IAH, 17, pada Minggu (28/8/2016) membuat keluarga terpukul. Pasalnya IAH sempat berpamitan kepada orang tuanya untuk memperbaiki laptop dan resleting tas. 

"Pagi itu dia keluar pamit ke Indomaret untuk menginstal laptop dan membaguskan resleting tasnya. Dia pamit jam 07.00 WIB," kata ibu kandung IAH, Arista br Purba, di Kantor DPC Peradi Medan, Jalan Sei Rokan, Kamis (1/9/2016). 

Menurutnya, sebelum kejadian juga tak ada tanda-tanda seseorang yang menjumpai IAH di kediaman mereka Jalan Setia Budi Gang Sehati Medan. Bahkan tak ditemukan perubahan sikap dari IAH sebelum beraksi. 

"IAH juga tak pernah bercerita soal siapa yang pernah ia temui. Karena dia bersikap tertutup bahkan dengan ibu kandungnya sendiri," urai Arista berurai air mata.


Tas yang digunakan IAH. Foto: Polresta Medan

Ditanya soal IAH yang sempat mencoba bom rakitannya di rumah pada Sabtu 27 Agustus, Arista mengaku tak mengetahui. Karena kejadian itu berlangsung saat mereka tak berada di rumah. 

"Saat itu kami tak ada di rumah, ada keluarga yang pindahan rumah. Tetangga juga tak ada yang komplain soal itu. Makanya kami tidak tahu," ujarnya.

Arista menuturkan, sehari-hari IAH hanya berada di rumah membantu pekerjaan rumah. IAH juga menjaga keponakannya yang dititipkan di rumah.

"Anak abangnya kan dititipkan di rumah. Dia rajin beribadah," bebernya.

Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri dilakukan IAH di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan, Minggu 28 Agustus pagi. Ledakan yang diduga bom berkekuatan rendah itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB saat Pastor Albert Pandiangan, selesai membaca kitab suci. Saat itu tas ransel yang dibawa IAH meledak. Dia lantas menusuk lengan kiri Pastor Albert sebelum akhirnya diringkus oleh jemaat.
 


(UWA)