Imigran Gigolo Ada Kaitan dengan Prostitusi Gay di Bogor

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 09 Sep 2016 18:17 WIB
prostitusi online
Imigran Gigolo Ada Kaitan dengan Prostitusi Gay di Bogor
Imigran berbincang dengan petugas imigrasi Batam di depan Hotel Kolekta Batam yang merupakan lokasi penampungan ratusan imigran dari sejumlah negara. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Imigrasi Kota Batam mengembangkan kasus dugaan prostitusi yang melibatkan 10 imigran di Batam. Hasilnya, satu imigran berinisial DF, 18, ditangkap petugas Imigrasi di Hotel Kolekta Batam. 

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi (Wasdakim) Kota Batam, Oki Drajad Rizky, mengatakan DF ditangkap karena memiliki kaitan dengan kegiatan prostitusi yang dilakukan 10 imigran lainnya. 

"DF saat ini masih diperiksa intensif untuk pengembangan lebih lanjut," kata Oki kepada Metrotvnews.com, Jumat (9/9/2016).

Ia mengungkapkan petugas Imigrasi bersama kepolisian saat ini fokus membongkar sindikat atau jaringan prostitusi yang melibatkan para imigran di Indonesia. Dari 11 orang yang sudah ditangkap, beberapa di antaranya pernah terlibat kasus prostitusi di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Tidak hanya dari Bogor, sambung Oki, beberapa di antaranya juga berasal dari Pekanbaru. Saat ini Imigrasi sedang mengidentifikasi dugaan keterlibatan warga negara Indonesia dalam kasus ini.


Para imigran berkumpul di depan Hotel Kolekta Batam

Imigrasi bersama polisi baru mengamankan satu WNI berinisial R, 35. Dia bertugas mengorganisasi para imigran di Batam melakukan kegiatan prostitusi.

"Ada kemungkinan R tidak bekerja sendiri, tetapi juga melibatkan WNI lain," beber Oki. 

Sebelumnya, petugas imigrasi menangkap 10 imigran yang terlibat kasus prostitusi di Kota Batam. Mereka diduga menjajakan diri sebagai gigolo di pusat kebugaran di kawasan Jodoh dan Nagoya. 

Ke-10 imigran itu berasal dari lokasi penampungan di Hotel Kolekta Batam. Mereka kini dikurung di rumah detensi Imigrasi Batam.

Menyikapi makin banyaknya imigran yang masuk ke Batam, Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah mengirim surat ke Menko Polhukam untuk membantu menyelesaikan masalah pencari suaka di Batam. 

"Kami meminta Menko Polhukam membawa keluar para imigran karena Batam adalah daerah tujuan investasi. Agar tidak menjadi masalah sosial bagi Batam ke depannya," ujarnya.

 


(UWA)