Pasutri Bisnis Sabu Kantongi Omzet Rp500 Juta per Bulan

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 27 Aug 2016 11:11 WIB
narkoba
Pasutri Bisnis Sabu Kantongi Omzet Rp500 Juta per Bulan
Kepala BNNP Kepulauan Riau Benny Setiawan dan petugas lainnya menunjukkan sabu-sabu yang disita dari enam tersangka kasus narkoba (Foto: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Pasangan suami istri tersangka kasus narkoba AJ, 40, dan YS, 28, yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, mengantongi omzet Rp500 juta per bulan. AJ yang juga pengusaha minyak di Sumatera Selatan itu terlibat jaringan narkoba internasional.

Pasutri itu ditangkap di dua lokasi berbeda. YS ditangkap di rumahnya di Perumahan Royal Grande, Batam Centre, Batam, pada 18 Agustus 2016. Sedangkan suaminya AJ ditangkap petugas BNNP Kepri di rumahnya di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, pada Kamis 24 Agustus 2016.

Kepala BNNP Kepulauan Riau Benny Setiawan mengatakan, bisnis narkoba itu mereka jalani selama dua tahun terakhir. YS berperan sebagai pengendali di Batam, sedangkan AJ sebagai penyokong dana untuk membeli sabu-sabu dari Malaysia.

"Mereka ini menggunakan penghubung (kurir) untuk membeli dan mengantarkan sabu ke Batam dan Palembang. Empat kurir mereka sudah lebih dulu kami tangkap di sejumlah tempat di Batam," kata Benny Setiawan di Markas BNNP Kepulauan Riau, Batam, Jumat (26/8/2016).

Baca: Pengusaha Minyak Sekaligus Bandar Narkoba Dibekuk

Dalam kasus ini, BNNP Kepri menyita 4,2 kilogram sabu yang dibungkus dalam beberapa paket. Petugas juga menyita tiga unit sepeda motor milik YS yakni motor sporty merek Yamaha dan Ducati serta satu unit motor gede (moge) Kawasaki.

Sabu itu rencananya akan dikirim ke Sumatera Selatan. "Rata-rata, sabu yang dipesan AJ sekitar 4 kg, tergantung kebutuhan pasar di Sumsel," ujar dia.

Benny mengatakan, selain Undang Undang Nomor 35 Tahun 20019 tentang Narkotika, tersangka juga dijerat Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Selain tiga sepeda motor tersebut, kami juga menyita tiga unit mobil milik AJ yakni mobil Fortuner, Ford, dan Grand Livina," imbuh dia.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri Bubung menambahkan, pihaknya tengah mendalami dugaan adanya TPPU dalam kasus ini. Meski AJ pengusaha minyak di Palembang, tak menutup kemungkinan terjadi TPPU selama dua tahun tersangka menjalankan bisnis gelapnya itu.

"Kami akan dalami ke arah sana. Jika ditemukan bukti maka kami juga akan menjerat tersangka dengan Undang Undang TPPU," pungkas dia.


(TTD)