Penyelundup 35 Ton Beras Tak Bisa Tunjukkan Manifes Kapal

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 07 Sep 2016 23:32 WIB
penyelundupan
Penyelundup 35 Ton Beras Tak Bisa Tunjukkan Manifes Kapal
Ketua Komisi II DPRD Batam Yudi Kurnain memeriksa susunan kardus berisi beras impor dari Singapura di atas kapal PLS 8 di Pelabuhan Beton Sekupang. Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Badan Keamanan Laut (Bakamla) Wilayah Barat masih menyelidiki kasus dugaan penyelundupan 35 ton beras impor dari Singapura di atas kapal PLS 4 dan PLS 8 di Pelabuhan Beton Sekupang, Batam, Provinsi Kepri.

Komandan Bakamla Zona Maritim Wilayah Barat, Laksma TNI Freddy Rudolph, mengatakan tengah memeriksa dokumen atau manifes kapal dan barang muatan kapal.

"Masih kita dalami. Pelanggaran yang berkaitan dengan muatan kapal akan kita serahkan ke Bea Cukai, dan bila pelanggarannya karena tak memiliki manifes atau dokumen kapalnya tidak lengkap, maka kami limpahkan ke TNI AL," kata Freddy kepada Metrotvnews.com, Rabu (7/9/2016).

Ia menuturkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan Bakamla bahwa kapal itu mengangkut beras impor dari Singapura dan masuk ke pelabuhan resmi tanpa mampu menunjukkan manifes barang. 

Beras impor tersebut, kata Freddy, dikemas rapi menggunakan kardus bekas barang elektronik sehingga hampir tidak diketahui oleh petugas. "Ini modus kejahatan baru yang digunakan pemilik barang untuk memasukkan barang impor ilegal ke Batam," ujarnya. 

Jumlah beras yang ada di atas kapal sekira 35 ton. Bakamla masih mendalami apakah seluruh barang yang dibungkus rapi tersebut berisi beras impor atau tidak. Terkait pemilik kapal PLS 4 dan PLS 8, sambung Freddy, masih dalam penyelidikan. "Masih kita dalami, termasuk pemiliknya," ujarnya. 

Sementara itu, Kasi Penindakan Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam, Slamet Riyadi, mengatakan belum menerima pelimpahan kasus kedua kapal tersebut dari Bakamla. Meski demikian, kata Slamet, pihaknya telah memerintahkan petugas Bea Cukai Batam untuk menelusuri informasi dua kapal itu. 

Diberitakan sebelumnya, dua kapal yang membawa 35 ton beras impor dari Singapura ditangkap Bakamla sesaat setelah masuk ke Pelabuha Beton Sekupang, Batam. Puluhan ton beras itu dikemas rapi menggunakan kardus bekas barang elektronik. Cara ini diduga sengaja digunakan pemilik barang agar terhindar dari razia petugas.



(UWA)