Masih Banyak Warga Mengungsi, Korban Sinabung 'Serbu' DPRD Sumut

Budi Warsito    •    Selasa, 04 Oct 2016 17:30 WIB
pengungsi sinabung
Masih Banyak Warga Mengungsi, Korban Sinabung 'Serbu' DPRD Sumut
Warga pengungsi Sinabung mendatangi Kantor DPRD Sumut, MTVN - Budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan warga Kabupaten Karo mendatangi Kantor DPRD Sumatera Utara di Kota Medan, Selasa 4 Oktober. Mereka menuntut pemerintah melakukan relokasi tahap kedua terhadap warga korban letusan Gunung Sinabung.

Saddam, koordinator aksi, mengatakan erupsi Sinabung mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Mereka pun menempati penampungan.

Saddam menilai Pemerintah Kabupaten Karo tak mampu menyelesaikan masalah tersebut. Sejak Sinabung meletus enam tahun lalu, warga masih saja mengungsi.


(Gunung Sinabung meluncurkan material vulkanik beberapa hari lalu, Juni 2016, MTVN - Budi Warsito)

"Masih banyak masyarakat yang kehilangan rumah dan mata pencaharian serta anak-anak masih banyak yang putus sekolah. Melihat kondisi itu kami menganggap bahwa pemerintah daerah kurang tanggap kepada pengungsi," jelas Saddam dalam aksi di depan Kantor DPRD Sumut.

Saddam pun meminta Tengku Erry Nuradi dan DPRD Sumut bergerak cepat menuntas masalah itu. Sehingga beban masyarakat Karo tak semakin bertambah.

"Kami meminta percepat relokasi tahap kedua, pembebasan lahan produksi, menuntut penanganan pengungsi yang tidak masuk kouta sejumlah 163 KK, Pemkab Karo harus bertanggung jawab serta pemerintah harus perhatikan khusus untuk pendidikan anak pengungsi," pungkasnya.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa juga membawa replika kranda sebagai bukti kekecewaan mereka dengan Pemprov Sumut dan para anggota DPRD Sumut.

Aspirasi para pengungsi Gunung Sinabung pun di terima oleh Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan. 


(Anak-anak mengungsi saat Sinabung meletus pada 2014, Ant - Septianda Perdana)

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan mengatakan langkah-langkah yang diambil oleh masyarakat Karo khususnya pengungsi Sinabung ini adalah langkah-langkah yang tepat. Dengan aksi yang dilakukan,  komunikasi yang mampet bisa teratasi.

"Oleh sebab itu DPRD Sumut akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 11 Oktober 2016 nanti untuk menyelesaikan ini," tutur Ruben.

Ruben menegaskan, DPRD Sumut meminta Pemkab Karo untuk segera menangani tuntutan pengungsi yang berjumlah 163 kepala keluarga agar masuk dalam relokasi tahap II.

"Kita akan memanggil perwakilan pengungsi, Pemprov Sumut, BPBD Karo dan Sumut untuk hadir dalam RDP tersebut. Untuk mencari solusi permasalahan 163 KK yang tidak masuk dalam relokasi mandiri," tegasnya.

Gunung Sinabung bererupsi pada 27 Agustus 2010. Asap dan debu vulkanis mengepul dari puncak gunung. Status gunung menjadi awas. Lebih 12 ribu warga pun diungsikan. Mereka ditampung di delapan lokasi pengungsian.

Dua letusan kembali terjadi pada 3 September 2010. Di saat bersamaan, guncangan gempa terasa hingga 25 Km dari gunung.

(
Gunung Sinabung semburkan awan panas, 9 Februari 2015, Ant - Endro Lewa)


Empat hari kemudian, letusan terbesar sepanjang 2010 pun terjadi dari Sinabung. Bunyi letusan terdengar hingga sejauh 8 Km. Debu vulkanis menyembur hingga ketinggian 5 Km.

Erupsi masih terjadi dari Sinabung hingga 2013 dan 2014. Bahkan pada Januari 2014, guguran lava pijar dan semburan awan panas terjadi. Warga yang mengungsi pun bertambah menjadi lebih 20 ribu orang.

Sedianya di akhir Januari 2014, warga dipulangkan karena kondisi Sinabung stabil. Namun tak lama kemudian, awan panas meluncur ke Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung. Sebanyak 14 warga tewas dan tiga orang luka akibat paparan awan panas.

Dua tahun kemudian, Sinabung kembali meletus dan meluncurkan awan panas. Tepatnya pada 21 Mei 2016, awan panas menyelimuti Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat. Tujuh orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka bakar.



(RRN)