Demokrat Incar Partai Penguasa Sebagai Koalisi di Pilgub Sumsel

Alwi Alim    •    Rabu, 08 Nov 2017 19:17 WIB
pilkada serentak
Demokrat Incar Partai Penguasa Sebagai Koalisi di Pilgub Sumsel
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Palembang: Partai Demokrat memiliki 11 kursi di Sumatera Selatan. Namun, Partai berlambang bintang mercy ini tak surut niat untuk berkoalisi dengan partai penguasa di Pilgub Sumsel 2018.

Ada tiga partai besar di Sumsel yang memiliki jumlah kursi lebih dari 10 kursi. Mereka adalah PDI Perjuangan dengan 13 kursi, Partai Golkar (10 kursi) dan Partai Gerindra (10 kursi).

Ketua DPD Demokrat Sumsel, Ishak Mekki mengatakan untuk dapat lolos verifikasi, pasangan calon mesti mendapatkan dukungan sedikitnya 15 kursi. Untuk itulah, jalinan komunikasi politik sangat penting dilakukan, guna mendapatkan lebih banyak kursi.

Saat ini komunikasi terus terjalin ke tiga partai tersebut. Namun, ia belum memastikan ke partai mana Demokrat akan berlabuh.

"Kemungkinan bisa terjadi semua, entah itu koalisi dengan Golkar, PDI Perjuangan ataupun Gerindra dan lain sebagainya," katanya saat ditemui di Pemprov Sumsel, Rabu 8 November 2017.

Namun, sebagai orang yang diusung oleh Demokrat, dirinya tidak diizinkan ketua DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi orang nomor dua lagi di Sumsel. Ishak Mekki didorok menjadi Sumsel-1.

Untuk calon wakil yang akan mendampinginya maju Pilgub Sumsel 2018. Ia enggan berkomentar. "Nantilah, dalam waktu akan diumumkan," singkatnya.

Sementara itu,  Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, Aswari Rivai mengaku untuk soal koalisi saat ini masih digodok oleh DPP Gerindra.

"Kita tunggu saja keputusan dari DPP," singkatnya.

Hal senada diungkapkan, Ketua DPD PDI Perjuangan, Giri Ramanda. Semua keputusan diambil oleh DPP PDI Perjuangan, sehingga dirinya tidak berhak menentukan akan berkoalisi kemana.

Ia juga mengaku belum mengetahui siapa nantinya diusung oleh partai kepala banteng moncong putih ini.
 


(SUR)