Konsumsi BBM Pertalite di Jalur Mudik Sumut Meningkat

Farida Noris    •    Jumat, 30 Jun 2017 18:39 WIB
pertamina
Konsumsi BBM Pertalite di Jalur Mudik Sumut Meningkat
Ilustrasi SPBU Pertamina. -- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah --

Metrotvnews.com, Medan: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat penyaluran BBM (bahan bakar minyak) pada masa mudik Idulfitri mengalami peningkatan dibanding penyaluran pada kondisi normal. 

Area Manager Communication & Relation Pertamina Sumbagut Fitri Erika mengatakan, konsumsi BBM jenis Pertalite di Sumut tercatat paling tinggi di masa mudik lebaran. Konsumsi Pertalite didominasi permintaan konsumen di wilayah jalur mudik dan lokasi wisata. 

"Lonjakan konsumsi Pertalite tertinggi terjadi di daerah yang dilewati oleh arus mudik lebaran dan wisata seperti di Kabupaten Samosir, Kota Siantar, Kabupaten Karo, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Tapanuli Selatan," kata Fitri, Jumat 30 Juni 2017.

Fitri bilang, konsumsi BBM jenis Pertalite di Sumut mengalami peningkatan tertinggi pada H-1 Lebaran. Peningkatan dari angka penyaluran harian normal sebesar 2.525 kiloliter perhari menjadi 4.749 kiloliter atau naik 88 persen. 

"Sedangkan Pertamax di H-2 Idulfitri pada 23 Juni peningkatan konsumsi sebesar 87 persen dari penyaluran harian normal 321 kiloliter menjadi 600 kiloliter di Sumut. Kabupaten Serdang Bedagai menjadi lokasi dengan konsumsi Pertamax tertinggi, dari penyaluran harian normal 7 kiloliter menjadi 13 kiloliter per hari," jelasnya.

Di sisi lain, Fitri menambahkan, konsumsi BBM jenis Solar hingga kini mengalami penurunan sekitar 3 persen dari 2.600 kiloliter perhari menjadi 2.500 kiloliter perhari. Tak hanya itu, BBM jenis Premium di Sumatera Utara juga mengalami penurunan konsumsi hingga 25 persen dari angka penyaluran harian normal. 

"Padahal Pertamina telah melakukan penambahan pasokan Premium tetapi respons konsumen justru turun. Ada beberapa kabupaten/kota yang naik konsumsi Premium antara lain Labuhan Batu Utara, Kabupaten Madina dan Batubara. Sementara daerah lainnya justru mengalami penurunan konsumsi Premium," bebernya.



(ALB)