Petani di Deli Serdang Nekat Tanam Ganja

Budi Warsito    •    Rabu, 30 Aug 2017 18:45 WIB
Petani di Deli Serdang Nekat Tanam Ganja
Keberadaan ladang ganja milik pelaku yang memiliki Dinan itu terendus setelah personel Polsek Kutalimbaru mendapat informasi adanya tanaman ganja di Dusun IV Bandar Kuala Desa Suka Makmur, Kutalimbaru. Foto: MTVN/Budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Petugas Kepolisian dari Polsek Kutalimbaru meringkus seorang petani di Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, 29 Agustus 2017 petang. Petani berinisial FG diringkus karena kedapatan menanam 12 batang pohon ganja.

"Tersangka kita tangkap kemarin sore dengan barang bukti 12 batang pohon ganja yang ditanam di ladangnya," kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu, Rabu 30 Agustus 2017.

Keberadaan ladang ganja milik pelaku yang memiliki Dinan itu terendus setelah personel Polsek Kutalimbaru mendapat informasi adanya tanaman ganja di Dusun IV Bandar Kuala Desa Suka Makmur, Kutalimbaru. Informasi tersebut pun langsung ditelusuri ke lokasi.

Setiba di lokasi, petugas mendapati 12 batang pohon ganja dengan tinggi sekitar 30 hingga 50 Cm. Petugas langsung menangkap Dinan yang merupakan pemilik ladang saat tengah asik duduk di warung.

"Tersangka kemudian dibawa ke ladangnya, didampingi kepala dusun setempat. Tersangka sendiri mencabut 12 batang tanaman ganja yang tumbuh subur di ladangnya," ujar Martualesi.

Saat diinterogasi petugas, Ferdinan mengaku sudah dua bulan menanam pohon ganja di ladangnya. Tanaman ganja itu ditanam untuk dikonsumsinya sendiri.

Bapak tiga anak itu mengaku membeli ganja dari seseorang pengedar di Desa Glugur Rimbun. Ia juga mengatakan, dirinya telah mengisap ganja sejak tiga tahun lalu.

"Saat membeli ganja tersebut itu, ada bijinya. Biji ganja itulah yang disemai tersangka di ladangnya," papar Martualesi.

Ferdinan pun telah berhasil beberapa kali memanen daun dari beberapa pohon ganja yang ditanamnya. Dia mengeringkan dan mengonsumsi sendiri barang haram itu.

Dinan dijerat dengan Pasal 111 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan hukuman maksimal 12 tahun penjara. Dia juga terancama dikenai denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.
(SUR)