Beras Oplosan Ditemukan di Bulog Lahat Sumsel Berbentuk Ampas

Alwi Alim    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:56 WIB
beras
Beras Oplosan Ditemukan di Bulog Lahat Sumsel Berbentuk Ampas
Kapolda Sumsel merilis hasil uji lab temuan beras oplosan di Bulog Lahat, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Hasil tes uji laboratorium menyebutkan beras oplosan yang ditemukan di Sumatera Selatan tak layak konsumsi. Beras oplosan ditemukan di Gudang Bulog Sub Divre Kabupaten Lahat.

Polisi menemukan beras oplosan pada 24 Juli 2017. Polisi lalu membawa sampel beras ke laboratorium.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan uji lab dilakukan di Balai Besar Penelitian Benih Padi di Subang. Hasil uji lab menyatakan kualitas beras di bawah standar. Saat ini, penyidik menyita 39,3 ton beras oplosan dari gudang tersebut.

"Dan tidak layak konsumsi," kata Kapolda dalam gelar perkara di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari hasil uji lab, penyidik menaikkan status temuan tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik memeriksa lima saksi terkait temuan tersebut.

Yaitu Kepala Bulog Sub Divre Lahat, AF; Ketua tim pelaksana, GB; Kepala Gudang, FA; staf pelaksana, A dan staf administrasi, F

"Pemeriksaan ini untuk menentukan tersangka serta pasal apa yang akan dikenakan para pengoplos ini," ujarnya.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Ferry Harahap mengatakan, beras oplosan itu tak layak konsumsi. Kadar pecah beras mencapai 58,59 persen. Sedangkan standarnya yaitu 38 persen. Itu artinya beras oplosan dalam kondisi rapuh.

Sementara butir menir beras oplosan mencapai 13,7 persen. Standarnya, butir menir beras hanya 5 persen. Sehingga beras oplosan tersebut berbentuk ampas, bukan butiran beras.

"Ada tiga sampel yang diuji, yakni beras baik 2017, beras kualitas buruk 2016 dan beras hasil campuran. Hasil yang dibawa standar ini hasil untuk beras oplosan tahun 2017 dengan tahun 2016," terangnya.



(RRN)