Polda Sumut Tingkatkan Keamanan Gereja Pasca Ledakan di Surabaya

Farida Noris    •    Minggu, 13 May 2018 09:44 WIB
Teror Bom di Surabaya
Polda Sumut Tingkatkan Keamanan Gereja Pasca Ledakan di Surabaya
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw (kedua kanan) berbicara dengan pastor Paroki Katedral Medan Rm Sesarius (kiri) di Medan, Sumatra Utara, Kamis (21/12). ANTARA FOTO/Septianda Perdana.

Sumut: Kapolda Sumatera Utara, Irjen Paulus Waterpau langsung menginstruksikan seluruh jajarannya agar meningkatkan pengamanan ekstra di seluruh gereja.

Instruksi tersebut menyusul insiden ledakan yang terjadi di tiga gereja di kawasan Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018 pagi.

"Sehubungan dengan kejadian bom bunuh diri di gereja di Surabaya maka ini menjadi perhatian untuk kita semua," kata Paulus Waterpau dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca: Ledakan Terjadi di Tiga Lokasi di Surabaya

Paulus meminta seluruh Kapolres jajaran Polda Sumut memerintahkan para perwira dan anggota jajaran untuk melakukan extra pengamanan di gereja-gereja tempat ibadah yang ada di wilayah hukum masing-masing.

Dia meminta anggotanya bekerjasama di lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Lakukan kerjasama dengan pihak petugas pengaman gereja agar ikut membantu mengatur sistem pengamanan para jemaat yang akan melakukan ibadah minggu pagi ini-sore hari hingga malam hari," tegas Paulus.

Tak hanya itu, Paulus meminta agar pengamanan diprioritaskan pada gereja-gereja yang terletak strategis dan memiliki banyak jemaat.

"Usahakan mengatur perpakiran mobil agak menjauh dari gereja guna mengurangi pelaku memanfaatkan keramaian umat yang silih berganti mengikuti ibadah," jelas Paulus.

Baca: Polisi Belum Bisa Pastikan Total Korban Ledakan Bom di Surabaya

Selain itu, personel agar ikut memberikan pengumuman pada gereja-gereja untuk tetap tenang dan ikut membantu secara sungguh-sungguh sistem pengamanan anggota jemaat. Khusus untuk pembawa tas agar tidak dibawa dalam gereja, namun bisa dititipkan di tempat tertentu yang telah diatur bersama petugas pengaman gereja.

"Seluruh anggota, agar tetap waspada terhadap serangan sporadis dengan sasaran para anggota Polri. Laksanakan atensi ini dan laporkan segera aktivitas kegiatan sebagaimana atensi tersebut," pungkas Paulus.


(DEN)