Petugas Rutan Bawa Pria Tak Waras ke Pengadilan Negeri Medan

Farida Noris    •    Kamis, 13 Jul 2017 20:21 WIB
kasus narkoba
Petugas Rutan Bawa Pria Tak Waras ke Pengadilan Negeri Medan
Budi Santoso alias Budi Bewok, 37, mengejar pengunjung Pengadilan Negeri Medan, untuk bersalaman, Kamis (13/7/2017). (Metrotvnews.com/Farida)

Metrotvnews.com, Medan: Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan membawa terdakwa Budi Santoso alias Budi Bewok, 37, ke Pengadilan Negeri Medan, Kamis, 13 Juli 2017. Kehadirannya membuat geger pengunjung sidang.

Kasubsi Administrasi Perawatan Rutan Klas I A Medan, Jaka Manurung, mengatakan, Budi Bewok merupakan warga Jalan Brayan Bengkel Gang Perwira Medan. Petugas membawanya ke PN Medan untuk mengambil penetapan pembantaran ke Rumah Sakit (RS) Jiwa milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Terdakwa ini terlibat perkara narkotika. Dia sudah pernah menjalani persidangan di PN Medan. Cuma saya lupa sudah berapa kali sidangnya," ucap Jaka di PN Medan.

Saat dibawa ke PN Medan, Budi Bewok menunjukkan perilaku aneh. Pria ini terus tertawa dan berbicara sendiri. Dia bahkan menyalami semua pengunjung sidang. Sampai-sampai salah seorang pengunjung sidang dikejar hanya untuk bersalaman. Pengunjung sidang yang takut langsung berusaha menghindar. 

Penetapan pembantaran ke RS Jiwa itu seharusnya dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sri Lastati. Tetapi, JPU tak hadir meski telah dihubungi untuk hadir ke hadapan majelis hakim yang diketuai Answar Idris. 

"Sudah kita hubungi JPU-nya. Tadi masih aktif handphone-nya. Ini handphone-nya sudah tidak dapat dihubungi (mati) lagi," urai Jaka.

Dikatakan Jaka, sikap terdakwa mengalami perubahan sejak ditahan di Ruang Khusus Rutan Tanjung Gusta Medan sekitar beberapa minggu lalu. Terdakwa Budi terpaksa dipisahkan dengan tahanan lain lantaran tahanan lainnya takut jika satu ruangan dengan Budi.

"Kita pisahkan dari tahanan lain di rutan. Kita tahan sendiri di blok khusus. Dia dititipkan JPU ke Rutan Klas I A Tanjung Gusta Medan pada 4 Mei 2017. Kita juga tidak tahu apa penyebab JPU Sri Lastati tidak langsung yang bermohon mengajukan pembantaran terhadap terdakwa," pungkasnya.

Budi Santoso merupakan tangkapan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut dengan sangkaan Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


(SAN)