Pemyerangan Terhadap Mapolda Sumut

FKUB dan Kelompok Cipayung Kecam Penyerangan

Budi Warsito    •    Senin, 26 Jun 2017 21:17 WIB
penyerangan
FKUB dan Kelompok Cipayung Kecam Penyerangan
Pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Jalan IAIN Sumatera Utara, Medan, Senin, 26 Juni 2017., MTVN - Budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Penyerangan terhadap Mapolda Sumatera Utara membuat warga setempat resah. Apalagi, penyerangan terjadi saat umat Islam hendak merayakan Idulfitri 1438 Hijriah.

Minggu dini hari 25 Juni 2017, beberapa orang tak dikenal menyerang Mapolda Sumut di Kota Medan. Seorang polisi tewas saat mengadang penyerang. 

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Satu diantaranya tewas ditembak setelah penyerangan. Satu lainnya kritis dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut. Sedangkan seorang lain, yang berperan sebagai penyurvei lokasi, diperiksa di Polda.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Palit Muda Harahap, mengatakan mengecam tindakan tersebut. Ia berharap penyerangan itu tak merusak kerukunan umat beragama di Sumatera Utara.

"Lantaran itu, kami meminta polisi mencari dan menemukan pelaku intelektual. Penegak hukum harus memberikan hukuman sesuai dengan perbuatannya. Penyerangan itu terjadi di malam Lebaran dan merupakan perbuatan terkutuk," kata Palit Muda di Kantor FKUB Kota Medan, Senin 26 Juni 2017.

Ia pun meminta pemerintah dan DPR segera mengesahkan Undang Undang Terorisme. Sehingga pelaku teror dapat dihukum sesuai aturan yang berlaku.

"Sehingga teror di Sumut maupun Indonesia tak terjadi lagi," lanjut Palit Muda.

Palit Muda pun mengimbau lurah dan kepala lingkungan mengawasi warga pendatang. Itu bertujuan mengantisipasi masuknya aksi teror sekaligus meminimalisasi paham radikal berkembang di Sumut.

"Sudah saatnya kita bersatu mengawasi setiap pendatangan yang tidak dikenal untuk melakukan pendataan mengantisipasi masuknya paham radikal," tandasnya.‎

Kelompok Cipayung Plus Sumut, yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, dan GMKI, mengecam keras aksi tersebut.

"Kami sangat mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Mapolda Sumut yang menewaskan satu orang anggota Polri," kata Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut Septian Fujiansyah Chaniago.

Ia mengatakan, penyerangan tersebut menandakan ada kelompok tertentu yang menginginkan terjadinya perpecahan bangsa ini, dan perpecahan tersebut sangat potensial jika dipicu dari Sumatera Utara. Hal ini mengingat Sumatera Utara merupakan provinsi dengan masyarakat yang majemuk. 



(RRN)