Eksekusi Lahan, Ibu-ibu di Medan Duduki Ekskavator

Farida Noris    •    Rabu, 23 Nov 2016 15:10 WIB
penggusuran
Eksekusi Lahan, Ibu-ibu di Medan Duduki Ekskavator
Polisi wanita menenangkan ibu-ibu yang menduduki ekskavator saat eksekusi lahan PT KAI di Medan, Sumut, Rabu (23/11/2016). (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan warga yang bermukim di pinggiran rel kereta api Jalan Ampera, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Sumatera Utara, menolak penggusuran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Berdasarkan pantauan, Rabu, 23 November, satu unit eskavator diturunkan untuk menggusur. Namun, mendapat penghadangan dari masyarakat khususnya kaum wanita.

"Tega sekali kalian gusur kami. Jangan dibongkar rumah kami. Tidak ada pemberitahuan. Kami akan tetap bertahan di sini," teriak warga pinggiran rel.

Baca: Warga Penghuni Pinggir Rel Enggan Digusur

Bahkan, ketika petugas hendak merobohkan rumah, warga enggan mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam rumah. Mereka beralasan lokasi yang merupakan lahan PT KAI itu sudah didiami selama tiga puluh tahun.

Aksi penolakan serupa juga terjadi saat satu unit alat berat eskavator hendak merubuhkan rumah warga lainnya. Warga yang didominasi kaum ibu-ibu ini melakukan penghadangan dengan menduduki alat berat tersebut.

"Jangan coba-coba kalian robohkan rumah kami. Kami siap mati," teriak warga yang menolak penggusuran.

Dalam penggusuran itu, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, pegawai PT KA, disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi keributan. Lokasi itu akan dibangun rel ganda mulai titik nol Medan hingga 3 KM di kawasan Pulo Brayan.

Penolakan serupa juga dilakukan warga penghuni tanah PT KAI di Jalan Bambu hingga Jalan Karantina, Medan Barat.


(SAN)